Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 4 September 2017 - 13:25
Share/Save/Bookmark
Iran - Saudi Arabia:
Koran Kuwait: Delegasi Saudi Kunjungi Tehran
Iran Saudi Arabia
 
Iran Saudi Arabia
 
Islam Times - Hubungan kedua negara memburuk menyusul tragedi kemanusiaan di Mina, dekat kota suci Mekkah, Saudi, pada bulan September 2015, yang menewaskan ribuan jamaah haji, termasuk ratusan orang Iran. Insiden tersebut meragukan kelayakan kerajaan dalam menyelenggarakan ritual tersebut.
 
Delegasi diplomatik Arab Saudi dilaporkan melakukan perjalanan ke Iran, kurang dari dua tahun setelah kerajaan tersebut secara sepihak memutuskan hubungannya dengan Republik Islam Iran. Harian Kuwait al-Jarida melaporkan pada hari Sabtu (3/9) bahwa para pejabat tersebut melakukan perjalanan setelah perayaan hari raya Idul Adha, yang akan berakhir pada hari Senin (4/9).

Kerajaan tersebut memutuskan hubungan pada Januari 2016 untuk memprotes demonstrasi di depan kedutaannya di Tehran dan Masyhad menentang eksekusi ulama terkemuka Sheikh Nimr al-Nimr.

Setelah memutus hubungan, Saudi juga menghentikan kerja sama untuk membantu warga Iran melakukan ibadah haji.

Surat kabar Kuwait itu juga mengatakan bahwa tim Saudi akan mengunjungi fasilitas diplomatiknya. Dikatakan bahwa delegasi tersebut seharusnya melakukan perjalanan dua bulan yang lalu, namun ada perbedaan pendapat dengan pejabat Iran mengenai pengaturan tersebut sehingga mereka menunda kunjungan tersebut.

Hubungan kedua negara memburuk menyusul tragedi kemanusiaan di Mina, dekat kota suci Mekkah, Saudi, pada bulan September 2015, yang menewaskan ribuan jamaah haji, termasuk ratusan orang Iran. Insiden tersebut meragukan kelayakan kerajaan dalam menyelenggarakan ritual tersebut.

Iran masih menekan Arab Saudi untuk mengklarifikasi kejadian tersebut dan sebuah kecelakaan crane terpisah pada awal bulan di mana sejumlah peziarah Iran lainnya terbunuh.

Pada hari Sabtu (3/9), perwakilan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei dalam urusan haji dan haji Sayyid Ali Qazi-Askar mengatakan kepada peziarah Iran di Mina bahwa Republik Islam sedang mengejar urusan "martir" di Arab Saudi.

“Dia menyatakan harapan bahwa upaya tindak lanjut dalam hal ini akan mencapai hasil yang diinginkan secepatnya," kantor berita resmi IRNA melaporkan.[IT/r]
 
Kode: 666316