Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 4 September 2017 - 13:25
Share/Save/Bookmark
Iran - Saudi Arabia:
Koran Kuwait: Delegasi Saudi Kunjungi Tehran
Iran Saudi Arabia
 
Iran Saudi Arabia
 
Islam Times - Hubungan kedua negara memburuk menyusul tragedi kemanusiaan di Mina, dekat kota suci Mekkah, Saudi, pada bulan September 2015, yang menewaskan ribuan jamaah haji, termasuk ratusan orang Iran. Insiden tersebut meragukan kelayakan kerajaan dalam menyelenggarakan ritual tersebut.
 
Delegasi diplomatik Arab Saudi dilaporkan melakukan perjalanan ke Iran, kurang dari dua tahun setelah kerajaan tersebut secara sepihak memutuskan hubungannya dengan Republik Islam Iran. Harian Kuwait al-Jarida melaporkan pada hari Sabtu (3/9) bahwa para pejabat tersebut melakukan perjalanan setelah perayaan hari raya Idul Adha, yang akan berakhir pada hari Senin (4/9).

Kerajaan tersebut memutuskan hubungan pada Januari 2016 untuk memprotes demonstrasi di depan kedutaannya di Tehran dan Masyhad menentang eksekusi ulama terkemuka Sheikh Nimr al-Nimr.

Setelah memutus hubungan, Saudi juga menghentikan kerja sama untuk membantu warga Iran melakukan ibadah haji.

Surat kabar Kuwait itu juga mengatakan bahwa tim Saudi akan mengunjungi fasilitas diplomatiknya. Dikatakan bahwa delegasi tersebut seharusnya melakukan perjalanan dua bulan yang lalu, namun ada perbedaan pendapat dengan pejabat Iran mengenai pengaturan tersebut sehingga mereka menunda kunjungan tersebut.

Hubungan kedua negara memburuk menyusul tragedi kemanusiaan di Mina, dekat kota suci Mekkah, Saudi, pada bulan September 2015, yang menewaskan ribuan jamaah haji, termasuk ratusan orang Iran. Insiden tersebut meragukan kelayakan kerajaan dalam menyelenggarakan ritual tersebut.

Iran masih menekan Arab Saudi untuk mengklarifikasi kejadian tersebut dan sebuah kecelakaan crane terpisah pada awal bulan di mana sejumlah peziarah Iran lainnya terbunuh.

Pada hari Sabtu (3/9), perwakilan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei dalam urusan haji dan haji Sayyid Ali Qazi-Askar mengatakan kepada peziarah Iran di Mina bahwa Republik Islam sedang mengejar urusan "martir" di Arab Saudi.

“Dia menyatakan harapan bahwa upaya tindak lanjut dalam hal ini akan mencapai hasil yang diinginkan secepatnya," kantor berita resmi IRNA melaporkan.[IT/r]
 
Kode: 666316