Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Sunday 3 September 2017 - 10:21
Share/Save/Bookmark
AS - Rusia:
Moskow: AS dan Rusia Harus Bicarakan Afghanistan
Vassily Nebenzia-
 
Vassily Nebenzia-
 
Islam Times - Nebenzia juga mengatakan bahwa sejarah telah terbukti dalam banyak kesempatan, tidak ada solusi militer di Afghanistan, yang menjadi proses politik yang sangat penting untuk mewujudkan sebuah solusi.
 
Duta Besar Rusia untuk PBB mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Rusia harus mengadakan pembicaraan tentang Afghanistan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang tujuan AS di negara tersebut.

"Tak perlu dikatakan, untuk mendapatkan nuansa bagaimana dan apa yang ingin dicapai Amerika Serikat di Afghanistan, kita harus membicarakannya dengan mereka. Konsultasi serius dan bermakna harus dilakukan dalam hal ini," kata Vassily Nebenzia pada hari Jumat (1/9).

Duta Besar Rusia tersebut mengatakan tidak ada yang pernah menang di Afghanistan secara militer.

Nebenzia juga mengatakan bahwa sejarah telah terbukti dalam banyak kesempatan, tidak ada solusi militer di Afghanistan, yang menjadi proses politik yang sangat penting untuk mewujudkan sebuah solusi.

Selain itu, Nebenzia menyatakan keprihatinan Moskow atas meningkatnya kehadiran kelompok teror ISIS dan masalah produksi obat bius dan perdagangan yang terus berlanjut di Afghanistan.

Pada tanggal 21 Agustus, Presiden AS Donald Trump mengumumkan sebuah strategi baru di Afghanistan yang akan memberikan akses kebebasan kepada komandan militer AS untuk menggunakan kekuatan dan berjanji akan mempertahankan dan meningkatkan pasukan AS sampai ancaman ekstremis dieliminasi.

Dalam sebuah konferensi pers pada hari Rabu (30/8), Direktur Staf Gabungan Departemen Pertahanan AS Letnan Jenderal Kenneth McKenzie mengatakan sekitar 11.000 tentara AS saat ini ditempatkan di Afghanistan.[IT/r]
 
Kode: 666108