Pilpres Mesir, Sisi Menang dengan Meraup 92 Persen SuaraKemitraan Trans-Pasifik (TPP) Versus Islam adalah SolusiKonvoi Tentara Turki Dikerahkan ke Jisr al-ShughourHakim AS: Arab Saudi Bisa Diadili Atas Serangan 11 SeptemberRusia Gagalkan Puluhan Pelaku Pembom Bunuh Diri TakfiriMega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih Berlanjut
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 2 September 2017 - 14:43
Share/Save/Bookmark
Pasukan Irak dan Hashed Shaabi Bersiap Serang Benteng Terakhir ISIS di Hawija
Tentara Irak
 
Tentara Irak
 
Islam Times - Sementara pada Rabu tentara Irak telah menyelesaikan operasi untuk merebut kembali Tal Afar, markas pertahanan terakhir ISIS di Niniwe, dan Hawija adalah target berikutnya untuk operasi militer.
 
Pasukan Irak dan Hashed Shaabi mengumumkan rencana untuk meluncurkan sebuah serangan besar untuk merebut kembali Hawija, benteng ISIS terakhir di negara tersebut, sehari setelah merebut kembali Tal Afar.

Pasukan Irak dan Hashed Shaabi sekarang memaksa kelompok Takfiri ISIS keluar dari semua wilayah Irak kecuali kota Hawija, 300 kilometer utara Baghdad, dan tiga kantong wilayah di dekat perbatasan dengan Suriah.

Sebelumnya pada Kamis, 31/08/17, pesawat tempur Irak mendarat di kota Hawija dan Kirkuk untuk operasi merebut kembali benteng ISIS tersebut, demikian media militer melaporkan.

Media Menteri Pertahanan mengatakan, angkatan udara telah menjatuhkan jutaan pesan di kota Kirkuk di barat daya yang isina hibauan dan pesan bahwa ISIS yang melakukan kebohongan sudah dekat.

Warga diinstruksikan untuk menjauhi pertemuan tempat-tempat ISIS karena mereka akan menjadi sasaran jet militer, kata layanan media tersebut.

"Perintah Operasi Bersama akan menentukan daerah yang aman bagi warga nantinya," tambahnya.

Sementara pada Rabu tentara Irak telah menyelesaikan operasi untuk merebut kembali Tal Afar, markas pertahanan terakhir ISIS di Niniwe, dan Hawija adalah target berikutnya untuk operasi militer.

Para pemimpin suku dan politisi lokal di Kirkuk mendesak pemerintah Irak untuk segera membebaskan Hawija, benteng terbesar kelompok tersebut di barat daya provinsi.

Masyarakat Hawija saat ini sedang mengalami krisis kemanusiaan di bawah peraturan kelompok Takfiri ISIS karena kelompok tersebut terus melakukan pembantaian terhadao warga sipil, dan sebagian mencoba melarikan diri dari kota.

Saat ini ISIS masih menguasai beberapa wilayah pinggiran di provinsi Anbar dan Salahuddin. [IT/Onh/Ass]
 
Kode: 666031