Mega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih BerlanjutJet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan Lumpuh
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 2 September 2017 - 14:22
Share/Save/Bookmark
AS - Rusia:
Rusia Berjanji akan Tanggapi Tindakan AS dengan Keras
Sergei Lavrov
 
Sergei Lavrov
 
Islam Times - Pernyataan Lavrov itu diutarakan sehari setelah Amerika Serikat memerintahkan Rusia untuk menutup konsulatnya di San Francisco, Washington dan New York dalam waktu 48 jam sebagai tanggapan atas pengurangan Moskow terhadap personil diplomatik AS di Rusia bulan lalu.
 
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Moskow akan memberikan tanggapan keras terhadap tindakan AS yang bertujuan untuk menyakitinya akibat kasus perselisihan diplomatik antara kedua negara yang terus meningkat. Berbicara kepada mahasiswa di sebuah universitas diplomasi Rusia pada hari Jumat (1/9), Lavrov mengatakan, "Moskow akan memberikan tanggapan keras terhadap hal-hal yang benar-benar menyakiti kita, dan didorong semata-mata oleh keinginan untuk merusak hubungan dengan Amerika Serikat."

Pernyataan Lavrov itu diutarakan sehari setelah Amerika Serikat memerintahkan Rusia untuk menutup konsulatnya di San Francisco, Washington dan New York dalam waktu 48 jam sebagai tanggapan atas pengurangan Moskow terhadap personil diplomatik AS di Rusia bulan lalu.

Menteri luar negeri Rusia kemudian menyayangkan bahwa Washington hanya memberi Moskow dua hari untuk memenuhi tuntutannya. Namun, mengisyaratkan bahwa negaranya mungkin akan menyaksikan pengurangan lebih lanjut dalam staf kedutaan AS.

"Kami akan bereaksi segera setelah kami menyelesaikan analisis," kata Lavrov.

Lavrov juga menyalahkan mantan Presiden AS Barack Obama atas pertukaran sanksi antara Moskow dan Washington.

"Saya ingin mengatakan bahwa keseluruhan cerita (kedua negara) bertukar sanksi tit-for-tat ini tidak dimulai oleh kita. Ini dimulai oleh pemerintahan Obama untuk melemahkan hubungan AS-Rusia dan untuk tidak mengizinkan [Presiden Donald] Trump  mengemukakan ide-ide konstruktif atau memenuhi janji pra-pemilihannya," kata diplomat Rusia tersebut.[IT/r]
 
Kode: 666026