Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Friday 1 September 2017 - 19:12
Share/Save/Bookmark
Mahkamah Agung Kenya Putuskan Pemilu Presiden Harus Diulang
Pemilu di Kenya (brookings)
 
Pemilu di Kenya (brookings)
 
Islam Times - Maraga mengatakan, keputusan MA ini didapat berdasarkan suara mayoritas, di mana ada dua hakim yang berbeda pendapat. Keputusan ini tergolong mengejutkan dan menjadi preseden langka.
 
Mahkamah Agung Kenya, Jumat (1/9/2017), menyatakan hasil pemilihan umum presiden yang digelar bulan lalu tidak sah. Hasil dalam pesta demokrasi itu pun dinyatakan tidak berlaku, dan memerintahkan digelarnya pemilihan umum ulang dalam waktu 60 hari ke depan.

"Pemilihan presiden yang diadakan pada 8 Agustus lalu tidak dilakukan sesuai dengan konstitusi." Demikian dikatakan Hakim Agung David Maraga, di Nairobi, seperti dikutip kantor berita AFP.

Maraga memutuskan hal itu sejalan dengan sikap kubu oposisi yang menentang deklarasi Presiden Uhuru Kenyatta sebagai pemenang dalam pemilu tersebut.

Maraga mengatakan, keputusan MA ini didapat berdasarkan suara mayoritas, di mana ada dua hakim yang berbeda pendapat.  Keputusan ini tergolong mengejutkan dan menjadi preseden langka.

Maraga mengatakan, komisi pemilihan umum Kenya (IEBC) gagal, dan tidak menggelar pemilihan umum presiden dengan cara yang sesuai perintah konstitusi.

Pernyataan ini sekaligus menguatkan argumentasi pemimpin kelompok oposisi Raila Odinga. Odinga sebelumnya mengatakan, terjadi penyimpangan dan ilegalitas, terutama dalam transmisi hasil pemilihan.

Maraga mengatakan kondisi semacam ini membahayakan integritas bagi keseluruhan proses pemilihan presiden. [IT/Kompas]
 
Kode: 665947