Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Thursday 31 August 2017 - 19:31
Share/Save/Bookmark
Serangan Udara AS Tewaskan 13 Warga Sipil Afghanistan
Perang di Afghnaistan (RTR)
 
Perang di Afghnaistan (RTR)
 
Islam Times - Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah pejabat-pejabat Afghan mengatakan, Angkatan Udara Afghanistan menewaskan 13 warga sipil dalam serangan-serangan terpisah yang menargetkan sebuah basis Taliban di provinsi Herat, Afghanistan barat.
 
Sedikitnya 13 warga sipil tewas dalam serangan udara Amerika Serikat terhadap para militan Taliban di wilayah Afghanistan timur. Sebanyak 15 orang lainnya luka-luka dalam serangan udara tersebut.

Pejabat-pejabat Afghanistan mengatakan bahwa ke-13 warga sipil yang tewas berasal dari satu keluarga. Pasukan AS-Afghanistan menyatakan tengah melakukan penyelidikan atas serangan udara ke sebuah rumah di desa Dasht-e-Bari di provinsi Logar, dekat ibu kota Kabul pada Rabu (30/8) waktu setempat tersebut.

"Dalam operasi, pasukan AS diserang oleh Taliban dan pasukan asing balas menembak dan memaksa para militan Taliban bersembunyi di rumah-rumah warga sipil di sekitarnya," ujar Saleem Saleh, juru bicara gubernur provinsi Logar seperti dikutip kantor berita AFP, Kamis (31/8/2017).

Saleh mengatakan, para korban tewas berasal dari satu keluarga dan kebanyakan korban tewas tersebut adalah wanita dan anak-anak.

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah pejabat-pejabat Afghan mengatakan, Angkatan Udara Afghanistan menewaskan 13 warga sipil dalam serangan-serangan terpisah yang menargetkan sebuah basis Taliban di provinsi Herat, Afghanistan barat.

"Saya mendengar dua dentuman keras dan ketika saya keluar dari rumah saya, saya melihat bangunan yang dibombardir itu hancur total," ujar saksi mata, Nazar Khan kepada AFP.

"Kami mengeluarkan jasad-jasad dari reruntuhan dan menguburkan mereka. Ini hari yang sangat menyedihkan bagi kami," imbuhnya seraya menyebut insiden tersebut sebagai "pembantaian". Dikatakannya, tak ada militan Taliban yang tewas dalam insiden itu.

Foto-foto yang beredar menunjukkan jasad anak-anak dan wanita-wanita yang terbungkus kain kafan, saat para kerabat bersiap untuk menguburkan mereka. Juru bicara kepolisian provinsi Logar, Shahpoor Ahmadzai mengkonfirmasi jumlah korban jiwa tersebut.

Atas insiden ini, militer AS menyatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan resmi. "Pasukan AS-Afghanistan menanggapi semua dugaan korban jiwa warga sipil dengan serius dan sedang bekerja sama dengan mitra-mitra Afghan kami untuk memastikan fakta-fakta seputar insiden ini (di Logar)," demikian statemen militer AS.

Sekitar tiga pekan sebelumnya, serangan udara AS diduga menewaskan 11 warga sipil di provinsi Nangarhar yang bertetangga dengan provinsi Logar. Militer AS membantas keras dugaan tersebut. [IT/detik]
 
Kode: 665780