Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Wednesday 30 August 2017 - 05:30
Share/Save/Bookmark
Iran dan Kesepakatan N - P5+1:
Macron Prancis: "Tidak Ada Alternatif" untuk Kesepakatan Nuklir Iran
Emmanuel Macron - French President.jpg
 
Emmanuel Macron - French President.jpg
 
IslamTimes - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada hari Selasa (29/8) bahwa "tidak ada alternatif" untuk kesepakatan nuklir Iran 2015 yang telah berulang kali dikritik oleh Presiden AS Donald Trump.
 
"Saya ingin mengkonfirmasikan komitmen Prancis terhadap kesepakatan nuklir Wina dengan Iran," katanya kepada duta besar Prancis dalam sebuah pidato kebijakan luar negeri.

"Tidak ada alternatif agenda non-proliferasi. Ini memungkinkan hubungan yang konstruktif dan menuntut dengan Iran, "katanya.

Sementara itu, dia mengatakan bahwa melawan apa yang dia sebut "terorisme Islam" adalah prioritas utama Prancis.

"Memberikan keamanan bagi warganya berarti perang melawan terorisme Islam yang merupakan prioritas utama kami," katanya kepada sekitar 200 duta besar Prancis yang berkumpul di Paris.

Pemimpin berusia 39 tahun tersebut mengatakan Prancis akan menjadi tuan rumah KTT mengenai pakta iklim pada 12 Desember.

Di sisi lain, dia mengatakan presiden Venezuela Nicolas Maduro menciptakan 'kediktatoran'.

Pidato Selasa (29/8) terjadi sehari setelah Macron menyelenggarakan pertemuan puncak mini dengan pemimpin Afrika dan Eropa mengenai krisis migran.

Para pemimpin mendukung proposal untuk menyaring pencari suaka di Chad dan Niger sebagai cara untuk mencegah ribuan orang melakukan perjalanan berbahaya melintasi Laut Tengah.[IT/r]
 
Kode: 665381