Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 22 August 2017 - 15:54
Share/Save/Bookmark
Yordania dan Turki Tolak Upaya Apapun untuk Ubah Status al-Aqsa
Al-Aqsa (Reuters)
 
Al-Aqsa (Reuters)
 
Islam Times - Dalam pernyataan bersama mereka, kedua pemimpin menekankan bahwa penyelesaian masalah Palestina adalah kunci bagi Timur Tengah, menyerukan pembicaraan damai serius dan efektif menuju pembentukan Negara Palestina Merdeka berdasarkan penyelesaian dua-negara.
 
Yordania dan Turki pada Senin (21/8) menyatakan menolak upaya apa pun untuk mengubah status quo kompleks Masjid Al-Aqsa menurut laporan kantor berita resmi Yordania, Petra.

Raja Yordania Abdullah II dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membahas beberapa masalah regional termasuk masalah Palestina dan situasi di wilayah tersebut dalam pertemuan di Amman.

Dalam pernyataan bersama mereka, kedua pemimpin menekankan bahwa penyelesaian masalah Palestina adalah kunci bagi Timur Tengah, menyerukan pembicaraan damai serius dan efektif menuju pembentukan Negara Palestina Merdeka berdasarkan penyelesaian dua-negara.

Mereka mengatakan setiap pembicaraan perdamaian mesti sejalan dengan gagasan perdamaian Arab 2002 dan mesti sejalan dengan kerangka waktu khusus. Kedua pemimpin juga menyatakan bahwa negara Palestina masa depan mesti berada di perbatasan 1967 dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Mereka juga menyampaikan penentangan terhadap upaya-upaya Israel untuk mengubah status quo di Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa, dan mengecam semua tindakan sepihak Israel berkaitan dengan itu.

Presiden Turki juga menyampaikan penghargaan bagi upaya Yordania dalam melindungi tempat suci di Yerusalem, dan menegaskan bahwa Yordania dan Turki akan terus bekerja sama erat mencegah pelanggaran Israel di Masjid Al-Aqsa.

Ia juga menyerukan peningkatan kerja sama tingkat negara Islam guna menghadapi tantangan bersama, terutama berkaitan dengan kondisi mendesak yang dihadapi negara-negara Muslim.

Mengenai Suriah, mereka kembali menyampaikan seruan kepada masyarakat internasional untuk meningkatkan bantuan buat negara yang terdampak krisis Suriah.

Mereka juga menggaris-bawahi perlunya penyelesaian politik bagi krisis di Suriah dan mewujudkan aspirasi rakyat Suriah serta menjamin persatuan negara itu, demikian menurut warta kantor berita Xinhua. [IT/Onh/Antara]
 
Kode: 663304