Serangan Bom Pinggir Jalan al-Houthi Hancurkan Truk Militer Saudi ArabiaTiga Perempuan Pelaku Bom Bunuh Diri Boko Haram Tewaskan 28 Orang di NigeriaPerbatasan Arab Saudi dan Irak akan Dibuka Setelah 27 Tahun DitutupTentara Suriah Gagalkan Serangan Ha'yat Tahrir al-Sham di Tenggara HamaPesawat N219 Buatan Dalam Negeri akan Uji Terbang di BandungBanyak Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Gabung ke NKRIBreaking News: Free Syrian Army (FSA) Tangkap Pilot SuriahSatu Warga Irak Selamatkan Ratusan Naskah Manuskrip Kuno dari Penjarahan ISISHPI Iran Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72Akibat Serangan Saudi, 16 Juta Penduduk Yaman Terancam Kelaparan dan Kolera
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Sunday 13 August 2017 - 20:05
Share/Save/Bookmark
Iran vs Hegemoni Global:
Gema 'Mampus Amerika' Terdengar dari Parlemen Iran
Parlemen Republik Islam Iran.jpg
 
Parlemen Republik Islam Iran.jpg
 
IslamTimes - Parlemen Iran pada hari Minggu (13/8) telah memutuskan untuk menambah anggaran program nuklir hingga US$520 juta atau sekitar Rp 7 triliun. Langkah itu diambil setelah Amerika Serikat memberi sanksi kepada negara itu selang beberapa pekan lalu.
 
"Orang Amerika itu harus tahu bahwa ini adalah aksi pertama kami," kata juru bicara parlemen Iran Ali Larijani setelah mengumumkan dukungan paket program nuklir bagi Garda Revolusi Iran.

"Program ini adalah untuk melawan teroris dan aksi petualangan koboi Amerika Serikat di kawasan," lanjutnya.

Setelah pengumuman itu selesai diumumkan, para politisi Iran meneriakkan ‘Mampus Amerika' berulang kali.

Dari 244 suara, ada 240 anggota parlemen setuju untuk meloloskan rencana undang-undang penambahan dana program nuklir itu.

RUU tersebut memandatkan alokasi tambahan sebesar US$ 260 juta untuk 'pembangunan program misil' dan menambahkan jumlah yang sama bagi sayap operasi asing Garda Revolusi, Quds Force. Demikian, pernyataan kantor berita pemerintah, IRNA.

Quds Force memimpin peran militer Iran di Suriah dan Irak. Pemungutan suara tersebut dilakukan setelah Amerika Serikat memberlakukan sanksi baru terhadap Iran pada bulan Juli demi membatasi program rudal negara itu.

Tehran mengatakan bahwa tindakan tersebut melanggar kesepakatan tahun 2015 yang kala itu mengurangi sanksi dengan imbalan pembatasan program nuklir Iran.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa undang-undang yang disahkan pada hari Minggu (13/8) mendapat dukungan dari pemerintah.

RUU itu "sangat cerdas terutama karena tidak melanggar kesepakatan nuklir dan tidak membiarkan pihak lain membuat alasan," tambahnya.

"Iran menawarkan opsi potensial dan aktual untuk menghadapi tindakan AS yang bermusuhan".

Amerika Serikat tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Iran sejak tahun 1980, dan Trump telah menghentikan kontak langsung yang diprakarsai oleh pendahulunya Barack Obama.[IT/r]
 
Kode: 660902