Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Sunday 13 August 2017 - 02:20
Share/Save/Bookmark
Indonesia dan Palestina:
Presiden Tegaskan Sikap Keras Indonesia Terkait Palestina
Joko Jokowi Widodo, Presiden Indonesia.jpg
 
Joko Jokowi Widodo, Presiden Indonesia.jpg
 
IslamTimes - Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sikap Indonesia kepada dunia akan keras jika sudah terkait dengan masalah Palestina.
 
"Kalau Palestina tertekan, statement kita keras, karena itu kenyataan di sana berdasar dari Dubes kita di Palestina. Itu adalah pelanggaran berat HAM, ya kita sampaikan kepada dunia," kata Jokowi.

Jokowi menyatakan hal itu dalam pertemuan dengan pimpinan Pondok Pesantren Assunniyyah dan para santri di Kecamatan Kencong Kabupaten Jember, Jatim, Sabtu malam.

Jokowi menyebutkan Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.

"Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, ini adalah kekuatan dan potensi yang kita miliki," kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu Jokowi kembali mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang besar dengan 250 juta penduduk, 714 suku, 1.000 lebih bahasa lokal dan 17.000 pulau.

"Ini harus dijaga agar ke depan bangsa ini semakin maju, sejahtera dan rakyat bisa menjalani kehidupan sehari-hari dengan tenteram dan makmur.

Ia juga menceritakan peringatan dari Presiden Afghanistan bahwa dengan 714 suku yang beda agama, 1.100 bahasa lokal hidup di 17.000 pulau, jika gesekan kecil tidak segera diselesaikan maka berpotensi menjadi besar. Konflik di Afghanistan bermula dari dua kelompok yang kemudian menjadi besar karena melibatkan pihak asing. Saat itu di negara itu hanya ada tujuh kelompok.

Ia menyebutkan saat ini di Afghanistan ada 40 kelompok dan potensi perselisihan masih besar. "Saya ingin ingatkan kepada kita, beruntung kita punya Pancasila yang menjadikan kita rukun antar daerah, agama, ada ukhuwah Islamiah, watonaih dan basariah juga baik dan kita bisa membangun agar menjadi negara yang semakin baik dan maju," katanya.

Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Assunniyyah Ahmad Sadid sebelumnya menyampaikan terima kasih atas sikap tegas pemerintah terhadap masalah di Palestina dalam pertemuan di Filipina.

"Kami haturkan ribuan terima kasih di mana Indonesia bersikap tegas dalam konferensi di Filipina terkait yang dilakukan zionis Israel di Aqsa adalah membanggakan karena Indonesia berani menyuarakan suara umat Islam," katanya.

Ia juga yakin Presiden Jokowi akan bertindak tegas dalam pelanggaran aturan dan norma seperti minuman keras, narkoba dan lainnya.
 
Kode: 660720