Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 12 August 2017 - 16:36
Share/Save/Bookmark
Venezuela Pada Trump: Ini Aksi Gila, Ekstremisme Tertinggi!
Donald Trump (businessinsider)
 
Donald Trump (businessinsider)
 
Islam Times - "Sebagai seorang prajurit, bersama-sama dengan FANB (angkatan bersenjata Venezuela) dan bersama-sama dengan rakyat, saya yakin bahwa kami semua akan berada di barisan pertama dalam membela kepentingan dan kedaulatan Venezuela tercinta kami," imbuh Padrino.
 
Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mempertimbangkan opsi militer terkait krisis politik di Venezuela. Namun pemerintah Venezuela menanggapi ancaman Trump tersebut dengan menyebut aksi gila.

"Ini aksi kegilaan, sebuah aksi ekstremisme tertinggi," tegas Menteri Pertahanan Venezuela, Jenderal Vladimir Padrino menukil laporan Detik dari AFP, Sabtu (12/8/2017).

"Ada elite ekstremis yang memerintah Amerika Serikat dan sejujurnya, saya tidak tahu apa yang sedang terjadi, apa yang akan terjadi di dunia," tutur Padrino mengenai Trump.

"Sebagai seorang prajurit, bersama-sama dengan FANB (angkatan bersenjata Venezuela) dan bersama-sama dengan rakyat, saya yakin bahwa kami semua akan berada di barisan pertama dalam membela kepentingan dan kedaulatan Venezuela tercinta kami," imbuh Padrino.

Sebelumnya, Trump tengah mempertimbangkan banyak opsi untuk Venezuela, termasuk kemungkinan opsi militer terkait eskalasi krisis politik di negara Amerika Selatan itu.

"Kita punya banyak opsi untuk Venezuela, termasuk kemungkinan opsi militer jika diperlukan," ujar Trump kepada para wartawan di New Jersey.

"Kita punya pasukan di seluruh dunia di tempat-tempat yang sangat jauh. Venezuela tidak terlalu jauh dan rakyatnya menderita dan mereka sekarat," imbuh Trump.

Trump mengatakan, krisis politik di Venezuela termasuk di antara sejumlah topik yang dibahas dalam pertemuan di New Jersey bersama Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dan Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley. "Venezuela merupakan sebuah kekacauan. Itu kekacauan yang sangat berbahaya dan situasi yang sangat menyedihkan," tutur Trump.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS atau Pentagon, Eric Pahon menolak membahas komentar Trump tersebut. "Sampai sekarang, Pentagon belum mendapat perintah apapun," tegasnya. [IT/Onh/Detik]
 
Kode: 660591