Jet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan LumpuhImam Ali Khamenei: Muslim Sunni dan Syiah Bersatu Melawan MusuhAyatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari Peshmerga
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 12 August 2017 - 14:32
Share/Save/Bookmark
Iran, PBB dan Invasi Saudi di Yaman:
Utusan PBB untuk Yaman Tiba di Ibukota Iran untuk Membahas Konflik Yaman
Ismail Ould Cheikh Ahmed - The United Nations (UN)’s Special Envoy for Yemen.jpg
 
Ismail Ould Cheikh Ahmed - The United Nations (UN)’s Special Envoy for Yemen.jpg
 
IslamTimes - Utusan Khusus PBB untuk PBB Ismail Ould Cheikh Ahmed tiba di ibukota Iran, Tehran, untuk membahas konflik Yaman dengan pejabat Iran, termasuk Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif.
 
Cheikh Ahmed tiba di Tehran pada hari Sabtu (12/8) dan akan bertemu dengan Menteri Zarif dan pejabat lainnya, termasuk wakil Zarif untuk urusan Arab dan Afrika, Hossein Jaberi Ansari, pada hari ini, menurut ISNA.

Ini kunjungan kedua Cheikh Ahmed ke Iran.

Yaman telah menghadapi perang melawan koalisi yang dipimpin Saudi sejak Maret 2015. Memimpin sejumlah negara bawahannya, Arab Saudi melancarkan agresi militer di Yaman untuk menghapus gerakan Houthi Ansarullah Yaman dan mendudukkan kembali mantan presiden yang dekat dengan Riyadh. Perang, bagaimanapun, telah gagal mencapai salah satu tujuan, bahkan berubah menjadi konflik yang berkepanjangan dan menyebabkan krisis kemanusiaan di Yaman.

Pembicaraan yang diperantarai PBB antara pihak-pihak yang bertikai di Yaman juga telah gagal mengakhiri konflik sejauh ini.

Iran telah berulang kali menyerukan agar segera mengakhiri serangan militer brutal pimpinan Saudi tersebut.

Perang sejauh ini telah membunuh lebih dari 12.000 orang Yaman.

AS dan Inggris telah menyediakan sebagian besar senjata yang digunakan oleh pasukan pimpinan Saudi melawan Yaman. AS juga memberikan bantuan lain, termasuk penyediaan intelijen, kepada pasukan penyerang.

Agresi tersebut seiring dengan blokade angkatan laut dan udara yang dipimpin Saudi di Yaman.[IT/r]
 
Kode: 660559