Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 12 August 2017 - 14:32
Share/Save/Bookmark
Iran, PBB dan Invasi Saudi di Yaman:
Utusan PBB untuk Yaman Tiba di Ibukota Iran untuk Membahas Konflik Yaman
Ismail Ould Cheikh Ahmed - The United Nations (UN)’s Special Envoy for Yemen.jpg
 
Ismail Ould Cheikh Ahmed - The United Nations (UN)’s Special Envoy for Yemen.jpg
 
IslamTimes - Utusan Khusus PBB untuk PBB Ismail Ould Cheikh Ahmed tiba di ibukota Iran, Tehran, untuk membahas konflik Yaman dengan pejabat Iran, termasuk Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif.
 
Cheikh Ahmed tiba di Tehran pada hari Sabtu (12/8) dan akan bertemu dengan Menteri Zarif dan pejabat lainnya, termasuk wakil Zarif untuk urusan Arab dan Afrika, Hossein Jaberi Ansari, pada hari ini, menurut ISNA.

Ini kunjungan kedua Cheikh Ahmed ke Iran.

Yaman telah menghadapi perang melawan koalisi yang dipimpin Saudi sejak Maret 2015. Memimpin sejumlah negara bawahannya, Arab Saudi melancarkan agresi militer di Yaman untuk menghapus gerakan Houthi Ansarullah Yaman dan mendudukkan kembali mantan presiden yang dekat dengan Riyadh. Perang, bagaimanapun, telah gagal mencapai salah satu tujuan, bahkan berubah menjadi konflik yang berkepanjangan dan menyebabkan krisis kemanusiaan di Yaman.

Pembicaraan yang diperantarai PBB antara pihak-pihak yang bertikai di Yaman juga telah gagal mengakhiri konflik sejauh ini.

Iran telah berulang kali menyerukan agar segera mengakhiri serangan militer brutal pimpinan Saudi tersebut.

Perang sejauh ini telah membunuh lebih dari 12.000 orang Yaman.

AS dan Inggris telah menyediakan sebagian besar senjata yang digunakan oleh pasukan pimpinan Saudi melawan Yaman. AS juga memberikan bantuan lain, termasuk penyediaan intelijen, kepada pasukan penyerang.

Agresi tersebut seiring dengan blokade angkatan laut dan udara yang dipimpin Saudi di Yaman.[IT/r]
 
Kode: 660559