Mega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih BerlanjutJet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan Lumpuh
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 12 August 2017 - 09:03
Share/Save/Bookmark
Palestina vs Zionis Israel:
'Rezim Tel Aviv Mendukung Radikalisme dan Kekerasan di Wilayah yang Diduduki'
Bocah Palestina, korban kekejaman Zionis Israel.jpg
 
Bocah Palestina, korban kekejaman Zionis Israel.jpg
 
IslamTimes - Kementerian Luar Negeri Palestina telah dengan keras mengecam penabrakan empat anak Palestina oleh seorang pemukim Zionis Israel, menyatakan bahwa insiden tersebut dengan jelas mengindikasikan bahwa rezim Tel Aviv sedang mengipasi api radikalisme dan kekerasan di wilayah-wilayah pendudukan.
 
Kementerian tersebut, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Jumat (11/8), menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memicu ketegangan yang mendidih, dengan alasan bahwa pengadilan Israel tidak serius untuk mengadili mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan terhadap orang-orang Palestina.

Pernyataan tersebut lebih jauh menjelaskan administrasi dan sekolah agama yang dijalankan oleh para rabi radikal adalah akar penyebab di balik penyebaran ideologi ekstremis dan teroris.

Kementerian Luar Negeri Palestina juga meminta organisasi internasional untuk melakukan intervensi, dan menuntut mereka yang bertanggung jawab atas serangan terhadap anak-anak Palestina baru-baru ini.

Pada hari Kamis (10/8) malam, seorang pemukim Israel menabrak empat anak Palestina di lingkungan yang didominasi warga Palestina di Silwan di pinggiran Kota Tua Yerusalem al-Quds.

Pusat Informasi Wadi Hilweh kemudian mengidentifikasi korban tersebut sebagai Hamza Tayser Abu Sbeih, 6 tahun, Yousif Mazin Raman, 9 tahun, Amir Tayser Abu Sbeih yang berusia 9 tahun, dan Anas Himoni 11 tahun.

Raman patah giginya, Amir Abu Sbeih menderita luka parah di lututnya yang membutuhkan jahitan, sementara dua lainnya mengalami luka memar.

Pusat tersebut menambahkan bahwa sekelompok pasukan Israel hanya berdiri dan tidak mengambil tindakan apapun, sebelum penduduk setempat memanggil sebuah ambulans yang memindahkan anak-anak tersebut ke Pusat Kesehatan Hadassah di Yerusalem al-Quds.[IT/r]
 
Kode: 660435