Bicarakan Konflik Suriah, Netanyahu akan Bertemu Vladimir PutinKomando Operasi Irak: Sekitar 1.400 Elemen ISIS Bersenjata Berada di Tal AfarBashar Assad: "Recep Erdogan sebagai Pengemis Politik"Jenderal Qassem Soleimani: Iran Sentral Stabilitas Timur TengahPejabat Pro-Hadi: Saudi Kerahkan Pasukan untuk Duduki AdenKomandan ISIS Serahkan Diri ke Hizbullah23 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Kereta di IndiaTentara Suriah Bebaskan Wilayah Luas di Suriah Tengah dari ISISTentara Irak dan Hashed al-Shaabi Mulai Bebaskan Tal Afar dari ISISBendera Indonesia Dicetak Terbalik, Menlu Kirim Nota Diplomatik ke Malaysia
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 12 August 2017 - 01:49
Share/Save/Bookmark
AS dan Transgender:
Trump: Larangan Pasukan Transgender Demi Kebaikan Militer AS
Donald Trump . Presiden Amerika Serikat ..jpg
 
Donald Trump . Presiden Amerika Serikat ..jpg
 
IslamTimes - Presiden Donald Trump mengatakan pada Kamis (10/8) bahwa dia telah memberikan "kebaikan besar" bagi militer Amerika Serikat (AS) dengan melarang pasukan transgender dalam angkatan bersenjata.
 
Trump, berbicara kepada wartawan di klub golfnya di New Jersey, mengatakan masalah personel tentara transgender "merumitkan" dan "membingungkan" bagi militer.

"Dengar, saya sangat menghormati komunitas (transgender)," kata Trump, dilansir AFP.

"Menurut saya, saya mendapatkan dukungan besar -- atau pernah mendapatkan dukungan -- dari komunitas tersebut. Saya mendapatkan banyak suara," ujarnya.

Namun, Trump mengatakan masalah tentara transgender menjadi "situasi yang sangat membingungkan" bagi angkatan bersenjata AS.

"Seperti Anda tahu, ini masalah yang sangat rumit bagi militer," ujarnya. "Ini masalah yang sangat membingungkan bagi militer."

"Menurut saya, saya telah memberikan kebaikan besar bagi militer."

Dalam rangkaian tiga cuitan bulan lalu, Trump mencabut kebijakan era Obama yang diberlakukan selama lebih dari setahun yang membenarkan tentara transgender bertugas secara terang-terangan.

Pengumumannya disampaikan dengan sedikit atau tanpa koordinasi dengan Pentagon dan diumumkan saat Menteri Pertahanan James Mattis sedang berlibur, membuat kementerian tersebut kesulitan menyampaikan tanggapan yang koheren.[IT/r]
 
Kode: 660388