Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Thursday 10 August 2017 - 14:00
Share/Save/Bookmark
Saudi Arabia dan Zionis Israel:
Pangeran Mahkota Saudi Jalin Diplomasi dengan Rezim Israel
Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Saudi Arabia
 
Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Saudi Arabia
 
Islam Times - "Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh kepala intelijen Saudi, yang merupakan orang kepercayaan bin Salman dan memiliki ikatan kuat dengan agen mata-mata Israel," laporan tersebut menambahkan.
 
Media Arab melaporkan bahwa Pangeran Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman, yang diyakini telah siap untuk menggantikan ayahnya dalam beberapa bulan mendatang, mengadakan pertemuan penting dengan delegasi Israel pekan lalu.

Mingguan Palestina berbahasa Arab, al-Manar, mengungkapkan pertemuan itu dalam sebuah laporan pada Rabu (9/8) yang menyebut bahwa putra mahkota Saudi bertemu dengan delegasi Israel yang dipimpin oleh salah satu menteri kabinet Benjamin Netenyahu di Riyadh pekan lalu.

"Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh kepala intelijen Saudi, yang merupakan orang kepercayaan bin Salman dan memiliki ikatan kuat dengan agen mata-mata Israel," laporan tersebut menambahkan.

Al-Manar dalam laporan itu mengatakan kedua belah pihak membahas beberapa isu utama kawasan terutama situasi terakhir di Suriah dan Libanon serta kekuatan Hizbullah yang tumbuh melawan tujuan dan kepentingan bersama Tel Aviv, peran Israel dalam perang yang dipimpin Saudi terhadap Yaman, normalisasi hubungan antara kedua belah pihak dan kemitraan Saudi dalam pengelolaan urusan di Quds Suci (Tempat Suci).

Sumber di keluarga kerajaan di Riyadh mengungkapkan, Raja Saudi Salman bin Abdolaziz al-Saud telah membuat sebuah pernyataan untuk segera meninggalkan kekuasaan dan mendukung putranya Mohammed bin Salman dalam beberapa minggu ke depan karena mantan pangeran mahkota Mohammed bin Nayef masih berada di bawah tahanan rumah.

Menurut Reuters, dengan naik secara mendadak Mohammad Bin Salman, mumcul beberapa spekulasi di antara para diplomat dan pejabat Saudi dan Arab bahwa Raja Salman siap untuk melepaskan tahta demi anaknya.[IT/r]
 
Kode: 660035