Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 8 August 2017 - 18:18
Share/Save/Bookmark
Menteri Dalam Negeri Bahrain Tuduh Qatar Memata-matai Militer Kerajaan
Menteri Dalam Negeri Bahrain Shaikh Rashid bin Abdulla al-Khalifa
 
Menteri Dalam Negeri Bahrain Shaikh Rashid bin Abdulla al-Khalifa
 
Islam Times - Menurut menteri itu, Doha terus merongrong keamanan keempat negara yang saat ini terlibat dalam sebuah perselisihan diplomatik dengan berpegang pada kebijakan untuk mengambil keputusan sepihak, menerima dan menyimpan teroris dan ekstremis," katanya.
 
Menteri Dalam Negeri Bahrain Shaikh Rashid bin Abdulla al-Khalifa pada Senin, 07/08/17, menuduh Qatar mencampuri urusan dalam negeri Kerajaan Bahrain dan memata-matai keamanan dan kekuatan militernya.

"Qatar terus mencampuri urusan dalam negeri Kerajaan Bahrain dan memata-matai keamanan dan kekuatan militer, yang mengancam keamanan nasional Bahrain," kata al-Khalifa dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Asharq al-Awsat.

Menurut menteri itu, Doha terus merongrong keamanan keempat negara yang saat ini terlibat dalam sebuah perselisihan diplomatik dengan berpegang pada kebijakan untuk mengambil keputusan sepihak, menerima dan menyimpan teroris dan ekstremis," katanya.

Pada bulan Juni lalu, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan menuduh Qatar mendukung terorisme dan mencampuri urusan dalam negeri mereka.

Kuwait, yang bertindak sebagai mediator dalam krisis tersebut, menyerahkan 13 tuntutan dari empat negara Arab, yang sejauh ini tidak dipatuhi oleh Doha. [IT/Onh/Ass]
 
Kode: 659562