Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 8 August 2017 - 18:18
Share/Save/Bookmark
Menteri Dalam Negeri Bahrain Tuduh Qatar Memata-matai Militer Kerajaan
Menteri Dalam Negeri Bahrain Shaikh Rashid bin Abdulla al-Khalifa
 
Menteri Dalam Negeri Bahrain Shaikh Rashid bin Abdulla al-Khalifa
 
Islam Times - Menurut menteri itu, Doha terus merongrong keamanan keempat negara yang saat ini terlibat dalam sebuah perselisihan diplomatik dengan berpegang pada kebijakan untuk mengambil keputusan sepihak, menerima dan menyimpan teroris dan ekstremis," katanya.
 
Menteri Dalam Negeri Bahrain Shaikh Rashid bin Abdulla al-Khalifa pada Senin, 07/08/17, menuduh Qatar mencampuri urusan dalam negeri Kerajaan Bahrain dan memata-matai keamanan dan kekuatan militernya.

"Qatar terus mencampuri urusan dalam negeri Kerajaan Bahrain dan memata-matai keamanan dan kekuatan militer, yang mengancam keamanan nasional Bahrain," kata al-Khalifa dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Asharq al-Awsat.

Menurut menteri itu, Doha terus merongrong keamanan keempat negara yang saat ini terlibat dalam sebuah perselisihan diplomatik dengan berpegang pada kebijakan untuk mengambil keputusan sepihak, menerima dan menyimpan teroris dan ekstremis," katanya.

Pada bulan Juni lalu, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan menuduh Qatar mendukung terorisme dan mencampuri urusan dalam negeri mereka.

Kuwait, yang bertindak sebagai mediator dalam krisis tersebut, menyerahkan 13 tuntutan dari empat negara Arab, yang sejauh ini tidak dipatuhi oleh Doha. [IT/Onh/Ass]
 
Kode: 659562