Serangan Bom Pinggir Jalan al-Houthi Hancurkan Truk Militer Saudi ArabiaTiga Perempuan Pelaku Bom Bunuh Diri Boko Haram Tewaskan 28 Orang di NigeriaPerbatasan Arab Saudi dan Irak akan Dibuka Setelah 27 Tahun DitutupTentara Suriah Gagalkan Serangan Ha'yat Tahrir al-Sham di Tenggara HamaPesawat N219 Buatan Dalam Negeri akan Uji Terbang di BandungBanyak Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Gabung ke NKRIBreaking News: Free Syrian Army (FSA) Tangkap Pilot SuriahSatu Warga Irak Selamatkan Ratusan Naskah Manuskrip Kuno dari Penjarahan ISISHPI Iran Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72Akibat Serangan Saudi, 16 Juta Penduduk Yaman Terancam Kelaparan dan Kolera
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 8 August 2017 - 17:44
Share/Save/Bookmark
Kelompok Taliban Produser Opium dan Heroin Terbesar di Dunia
Bunga Poppy di Afghanistan
 
Bunga Poppy di Afghanistan
 
Islam Times - Taliban telah lama membebankan pajak pada para petani agar menanam opium untuk membiayai pemberontakan mereka. Namun, pemerintah Barat mengklaim, Taliban telah menjalankan pabrik, meningkatkan kualitas panen menjadi morfin dan heroin untuk diekspor.
 
Kelompok pemberontak Afghanistan, Taliban saat ini membudidayakan opium terbesar di dunia yang diprediksi untuk membiayai perang mereka termasuk penjualan morfin dan opium ke seluruh dunia.

Menurut laporan AFP, Selasa, 0/08/17, awal tahu 2016, Afghanistan memproduksi 80 persen opium dunia atau sekitar 4.800 ton narkoba. Menurut perkiraan PBB estimasi pemasukan dari penjualan tersebut mencapai USD 3 miliar.

Taliban telah lama membebankan pajak pada para petani agar menanam opium untuk membiayai pemberontakan mereka. Namun, pemerintah Barat mengklaim, Taliban telah menjalankan pabrik, meningkatkan kualitas panen menjadi morfin dan heroin untuk diekspor.

"Saya cukup yakin jika mereka memproses semua hasil panen," kata Asisten Sekretaris Penegakan Hukum dan Narkotika Amerika Serikat, William Brownfield kepada AFP saat di Kabul.

"Semua yang mereka panen diproses dengan baik di dalam negeri. Mereka menerima pendapatan lebih jika memprosesnya sebelum diekspor," sambungnya.

"Jelas sekali, kita berhadapan dengan tokoh-tokoh yang tak terikat, tapi (keuntungan) perdagangan narkoba setiap tahunnya mencapai triliunan dolar dan sebagian besar keuntungan diambil Taliban," ucapnya.

Di Afghanistan, poppy merupakan tanaman yang murah dan mudah tumbuh. Hampir seluruh tanaman agrikultur di Afghanistan terdiri dari poppy.

Para petani membayar USD 163 untuk satu kilo getah hitam, opium mentah yang keluar dari biji bunga poppy saat dibelah menggunakan pisau. Setelah disempurnakan menjadi heroin, Taliban menjualnya di pasar regional dengan harga USD 2.300 hingga USD 3.500 per kilonya.

Harga itu meningkat menjadi USD 45 ribu saat tiba di pasar Eropa. Estimasi ini berdasarkan hitungan ahli Barat yang bekerja sebagai penasihat pasukan antinarkotika Afghanistan, tanpa mau menyebutkan namanya.

Setidaknya sudah 60 ton bahan kimia disita pada 2016. Sebanyak 50 ton bahan kimia juga disita hingga pertengahan tahun ini.

Dia menambahkan awal Juli lalu, 15 ton disita di sebelah barat Afghanistan dekat perbatasan dengan Iran, yang menjadi rute populer narkotika ke Eropa melalui Turki.

Kejang morfin dilaporkan juga meningkat. 57 ton ditemukan di pertengahan tahun 2017 ini, dibandingkan 43 ton sepanjang 2016 lalu. Ahli menyebut 10 persen dari hasil produksi itu benar-benar ditemukan.

"Mudah membangun laboratorium sederhana, dengan gumpalan dinding dan atap jerami, dan saat operasi berakhir laboratorium itu dievakuasi," ucap sumber ke AFP.

Kementerian Dalam Negeri Afganistan mengatakan antara Januari hingga Juni, ada 46 pabrik klandenstine yang ditutup. Administrasi Penegakan Hukum dan Narkotika Amerika Serikat memprediksi telah mengurangi pemasukan para penyelundup narkotika sebesar USD 300 juta.

Seorang pejabat Barat yang meminta namanya tak disebutkan, menyebut Taliban memiliki laboratoriumnya sendiri. Dia mendeskripsikan 80 persen provinsi bagian selatan Helmand itu ditumbuhi tanaman poppy atau 'pabrik narkoba besar'.

"Helmand adalah semua tentang narkoba, poppy dan Taliban. Mayoritas penyumbang dana mereka datang dari poppy, laboratorium morfin, dan laboratorium heroin. Tentu saja mereka punya laboratorium sendiri," ujarnya.

Organisasi PBB untuk Narkotika dan Kriminal (UNODC) menyatakan, produksi opium menjadi separuh pemasukan Taliban pada 2016.

"Taliban membutuhkan lebih banyak uang untuk menjalankan mesin perang mereka menggunakan senjata, hal inilah yang membuat mereka mengambil alih pabrik narkotika," kata juru bicara departemen antinarkotika Sayed Mehdi Kazemi. [IT/Onh/Ass]

Sumber: Detik
 
Kode: 659557