Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 7 August 2017 - 19:47
Share/Save/Bookmark
Inggris dan HAM di Saudi Arabia:
Polisi Inggris Terlibat Penangkapan 14 Warga Saudi yang akan Dieksekusi
Salman dan Theresa May
 
Salman dan Theresa May
 
Islam Times - Kelompok hak asasi manusia, Reprieve, memperingatkan, pelatihan yang dilakukan perwira Inggris yang melengkapi polisi Saudi dengan keterampilan yang dapat digunakan untuk "mengidentifikasi individu-individu yang kemudian disiksa atau dikenai pelanggaran hak asasi manusia lainnya".
 
Pelatihan yang dilakukan polisi Inggris secara langsung telah membantu agen Saudi menangkapi lusinan orang yang kini akan menghadapi eksekusi. Akibatnya, ‘suara’ di Inggris mendesak Perdana Menteri Theresa May untuk bertindak menghentikan pembunuhan tersebut.

Di Arab Saudi saat ini ada 14 demonstran pro-demokrasi yang sedang menghadapi eksekusi setelah terjebak dalam demo penentangan terhadap keluarga kerajaan yang berubah menjadi kekerasan.

Salah satu dari mereka adalah Mujtaba al Sweikat yang sedang dalam perjalanan menuju Universitas Western Michigan saat dia ditangkap di salah satu bandara negara tersebut, demikian The Independent melaporkan.

Dalam tuduhannya, remaja yang baru berusia 17 tahun itu dituduh "mengawasi" sebuah kelompok di Facebook dan "memotret demonstrasi, yang dapat dihukum sesuai dengan UU cybercrime".

Beberapa yang lain adalah Ali al Nimr yang dihukum karena dituduh "menyiapkan sebuah halaman di Blackberry-nya dengan lebih dari 800 orang pengikut yang menamainya 'Kaum Liberal', dengan tujuan menghasut demonstrasi dengan cara mengirim gambar demonstrasi, waktu dan lokasi mereka serta mengundang orang untuk berpartisipasi.

Tidak hanya orang-orang ini saja,, juga anak-anak, di tudih telah mengaku melakukan kekerasan setelah penyiksaan yang berkepanjangan, namun pihak kerajaan menolak mereka akses ke pengacara dan pengadilan yang adil.

Yang lebih mengganggu lagi adalah fakta bahwa polisi Inggris mungkin telah secara langsung membantu menangkap mereka.

Kelompok hak asasi manusia, Reprieve,  memperingatkan, pelatihan yang dilakukan perwira Inggris yang melengkapi polisi Saudi dengan keterampilan yang dapat digunakan untuk "mengidentifikasi individu-individu yang kemudian disiksa atau dikenai pelanggaran hak asasi manusia lainnya".

Pelatihan rahasia rezim Inggris itu menurut catatan hak asasi manusia mendapat dikritikan keras dalam sebuah laporan parlemen tahun lalu.

The Home Affairs Select Committee menemukan bahwa College of Policing telah menghasilkan lebih dari £ 8.5m pendapatan melalui kerja internasional yang mencakup pelatihan forensik, investigasi pelecehan anak dan kontra-terorisme.

Anggota parlemen termasuk mantan pemimpin Partai Buruh Ed Miliband telah menulis surat kepada seorang mayor yang meminta dia untuk "secara pribadi mendesak" keluarga kerajaan Saudi untuk menghentikan pembunuhan tersebut.[IT/r]
 
Kode: 659302