Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 7 August 2017 - 02:30
Share/Save/Bookmark
Invasi Saudi di Yaman:
UEA Berusaha Kontrol Lapangan Minyak dan Gas Bumi di Yaman
Tentara al-Houthi
 
Tentara al-Houthi
 
Islam Times - "63% produksi minyak mentah Yaman dicuri oleh Arab Saudi bekerja sama dengan Mansour Hadi, presiden Yaman yang buron, dan tentara bayarannya," jelas Mohammad Abdolrahman Sharafeddin kepada FNA.
 
Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) berusaha mengkontrol penuh ladang minyak dan gas di provinsi Shabwa, Yaman dengan mengirim banyak pasukan dan tentara bayaran ke wilayah tersebut.

"UEA menduduki dua kota Azan dan Haban di Shabwa di Yaman Timur, dan mengirim 3.000 pasukan ke wilayah Dahar di provinsi tersebut untuk menguasai sepenuhnya minyak dan gas Shabwa," ungkap aktivis media sosial Saudi pada Ahad, 06/08/17.

Dengan memperhatikan bahwa UEA mengirim banyak tentara ke Yaman untuk menimbulkan kekacauan di wilayah yang ingin dikuasainya, dan mengatakan, tentara bayaran UEA tidak berani mendekati daerah-daerah yang dikendalikan oleh gerakan Ansarollah seperti Assilan dan Bayhan. Mereka aktif di wilayah-wilayah di bawah Kontrol kelompok suku dan Sunni.

Pada bulan Februari lalu, seorang pakar ekonomi Yaman mengungkapkan, Arab Saudi mencuri cadangan minyak mentah negara di wilayah perbatasan bekerja sama dengan raksasa energi Perancis, Total.

"63% produksi minyak mentah Yaman dicuri oleh Arab Saudi bekerja sama dengan Mansour Hadi, presiden Yaman yang buron, dan tentara bayarannya," jelas Mohammad Abdolrahman Sharafeddin kepada FNA.

"Arab Saudi mendirikan sebuah basis minyak yang bekerja sama dengan perusahaan Total Perancis di selatan wilayah Kharkhir, dekat provinsi Najran Saudi dan mengeksploitasi minyak dari sumur di wilayah tersebut," tambahnya.

Sharafeddin lebih kanjut mengatakan, Riyadh membeli senjata dan amunisi dengan petro dollar yang dicuri dari rakyat Yaman, dan memasok senjata ke tentara bayarannya untuk membunuh rakyat Yaman.[IT/r]
 
Kode: 659101