Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 7 August 2017 - 02:00
Share/Save/Bookmark
Laporan: AS dan Inggris Ingin Pimpin Ofensif di Arsal, dan bukan Hizbullah
Hizbullah
 
Hizbullah
 
Islam Times - "Perwakilan dari negara-negara ini mencatat, negara mereka siap membantu tentara sehingga menganggap misi tersebut bukan misi Hizbullah," kata surat kabar berbahsa Arab, al-Hayat mengutip sumber-sumber politik yang bertanggungjawab.
 
Saat serangan kelompok Perlawanan Islam Hizbullah berlangsung di Arsal bulan lalu, negara-negara Barat menawarkan bantuan kepada tentara Libanon, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, yang menyatakan cemas ketika operasi tersebut dilakukan oleh Hizbullah, dan bukan tentara, demikian laporan media yang diterbitkan surat kabar al-Hayat pada Ahad, 06/08/17.

"Perwakilan dari negara-negara ini mencatat, negara mereka siap membantu tentara sehingga menganggap misi tersebut bukan misi Hizbullah," kata surat kabar berbahsa Arab, al-Hayat mengutip sumber-sumber politik yang bertanggungjawab.

"Perwakilan dari negara-negara ini kemudian diberitahu bahwa tentara Libanon akan berperang melawan kelompok Negara Islam (ISIS), dan mereka bersiap untuk segera menghentikannya, yang kemudian mendorong pihak AS meningkatkan bantuannya," tambah sumber tersebut.

Tentara mengintensifkan serangan terhadap pos-pos kelompok ISIS dalam beberapa hari terakhir di tengah laporan bahwa operasi tentara untuk menggulingkan ISIS di wilayah perbatasan sudah dekat.

Perkembangan militer mengikuti serangan Hizbullah yang mengakhiri kehadiran kelompok Front al-Nusra di pinggiran Arsal.

Frony al-Nusra adalah kelompok yang berafiliasi dengan al-Qaida sebelum mengumumkan perpisahan ikatan dan mengubah nama menjadi Fateh al-Sham. [IT/Onh/Ass]

 
Kode: 659100