Serangan Bom Pinggir Jalan al-Houthi Hancurkan Truk Militer Saudi ArabiaTiga Perempuan Pelaku Bom Bunuh Diri Boko Haram Tewaskan 28 Orang di NigeriaPerbatasan Arab Saudi dan Irak akan Dibuka Setelah 27 Tahun DitutupTentara Suriah Gagalkan Serangan Ha'yat Tahrir al-Sham di Tenggara HamaPesawat N219 Buatan Dalam Negeri akan Uji Terbang di BandungBanyak Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Gabung ke NKRIBreaking News: Free Syrian Army (FSA) Tangkap Pilot SuriahSatu Warga Irak Selamatkan Ratusan Naskah Manuskrip Kuno dari Penjarahan ISISHPI Iran Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72Akibat Serangan Saudi, 16 Juta Penduduk Yaman Terancam Kelaparan dan Kolera
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 7 August 2017 - 02:00
Share/Save/Bookmark
Laporan: AS dan Inggris Ingin Pimpin Ofensif di Arsal, dan bukan Hizbullah
Hizbullah
 
Hizbullah
 
Islam Times - "Perwakilan dari negara-negara ini mencatat, negara mereka siap membantu tentara sehingga menganggap misi tersebut bukan misi Hizbullah," kata surat kabar berbahsa Arab, al-Hayat mengutip sumber-sumber politik yang bertanggungjawab.
 
Saat serangan kelompok Perlawanan Islam Hizbullah berlangsung di Arsal bulan lalu, negara-negara Barat menawarkan bantuan kepada tentara Libanon, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, yang menyatakan cemas ketika operasi tersebut dilakukan oleh Hizbullah, dan bukan tentara, demikian laporan media yang diterbitkan surat kabar al-Hayat pada Ahad, 06/08/17.

"Perwakilan dari negara-negara ini mencatat, negara mereka siap membantu tentara sehingga menganggap misi tersebut bukan misi Hizbullah," kata surat kabar berbahsa Arab, al-Hayat mengutip sumber-sumber politik yang bertanggungjawab.

"Perwakilan dari negara-negara ini kemudian diberitahu bahwa tentara Libanon akan berperang melawan kelompok Negara Islam (ISIS), dan mereka bersiap untuk segera menghentikannya, yang kemudian mendorong pihak AS meningkatkan bantuannya," tambah sumber tersebut.

Tentara mengintensifkan serangan terhadap pos-pos kelompok ISIS dalam beberapa hari terakhir di tengah laporan bahwa operasi tentara untuk menggulingkan ISIS di wilayah perbatasan sudah dekat.

Perkembangan militer mengikuti serangan Hizbullah yang mengakhiri kehadiran kelompok Front al-Nusra di pinggiran Arsal.

Frony al-Nusra adalah kelompok yang berafiliasi dengan al-Qaida sebelum mengumumkan perpisahan ikatan dan mengubah nama menjadi Fateh al-Sham. [IT/Onh/Ass]

 
Kode: 659100