Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 7 August 2017 - 01:24
Share/Save/Bookmark
Ikut Jejak Saudi Arabia, Rezim Israel akan Tutup Kantor al-Jazeera
Logo al-Jazeera
 
Logo al-Jazeera
 
Islam Times - "Al-Jazeera telah menjadi alat utama Daesh (ISIS), Hamas, Hizbullah dan Iran," kata Menteri Komunikasi Ayoob Kara, anggota komunitas Druze dari partai Likud Netanyahu, dalam sebuah konferensi pers.
 
Rezim Israel berencana menutup kantor-kantor al-Jazeera di Yerusalem, setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menuduh media Qatar itu menyiarkan berita tentang hasutan dan terorisme.

Netanyahu pada 27 Juli lalu berharap, al-Jazeera segera diusir di tengah ketegangan di Yerusalem yang sensitif.

"Al-Jazeera telah menjadi alat utama Daesh (ISIS), Hamas, Hizbullah dan Iran," kata Menteri Komunikasi Ayoob Kara, anggota komunitas Druze dari partai Likud Netanyahu, dalam sebuah konferensi pers.

Dia juga menuduh para penyiar yang berbasis di Qatar itu menghasut kekerasan yang memicu kerugian di antara anak-anak terbaik kami, mengacu pada dua polisi Druze yang tewas dalam serangan 14 Juli di dekat kompleks al-Aqsha di Yerusalem timur.

"Netanyahu mentweet ucapan selamat kepada menteri yang pada arahan saya mengambil langkah konkret untuk mengakhiri hasutan al-Jazeera di Israel", tandasnya.

Kementerian komunikasi mengatakan, "hampir semua negara di kawasan ini termasuk Arab Saudi, Mesir dan Yordania, menyimpulkan bahwa al-Jazeera memicu terorisme dan ekstremisme religius."

"Dan menjadi konyol bahwa saluran itu terus disiarkan dari Israel," terangnya lagi. Kementerian juga akan menuntut pencabutan kredensial jurnalis yang bekerja untuk saluran tersebut dan memotong koneksi kabel dan satelitnya.

Penutupan kantor al-Jazeera berada di bawah pengamanan petugas keamanan.

Pemerintah Israel juga berusaha membatasi akses yang dilakukan warga Arab Israel terhadap siaran stasiun radio tersebut dalam bahasa Arab, kata pernyataan kementerian komunikasi tanpa menjelaskan lebih jauh.

Sebelum ini, Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab dan Mesir pada awal Juni lalu, meminta Qatar untuk segera menghentikan siaran al-Jazeera dan stasiun televisi serta semua media online yang menjadi afiliasinya.

Pada tanggal 06 Juni 2017, Kementerian Kebudayaan dan Informasi Arab Saudi mengumumkan penutupan kantor al-Jazeera, Qatar.

Langkah ini diambil beberapa jam setelah Saudi dan sejumlah negara Arab lainnya, seperti Bahrain, Mesir, dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomatik serta melakukan blokade darat, laut, serta udara terhadap Qatar. Demikian seperti dilansir Asharq al-Awsat.

Belakangan, Yaman, Libya, dan Maladewa juga mengikuti jejak Saudi. Dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Rappler, Yaman menyatakan dukungannya atas keputusan untuk mengeluarkan Qatar dari koalisi Arab pimpinan Saudi.[IT/Onh/Ass]
 
Kode: 659088