Bicarakan Konflik Suriah, Netanyahu akan Bertemu Vladimir PutinKomando Operasi Irak: Sekitar 1.400 Elemen ISIS Bersenjata Berada di Tal AfarBashar Assad: "Recep Erdogan sebagai Pengemis Politik"Jenderal Qassem Soleimani: Iran Sentral Stabilitas Timur TengahPejabat Pro-Hadi: Saudi Kerahkan Pasukan untuk Duduki AdenKomandan ISIS Serahkan Diri ke Hizbullah23 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Kereta di IndiaTentara Suriah Bebaskan Wilayah Luas di Suriah Tengah dari ISISTentara Irak dan Hashed al-Shaabi Mulai Bebaskan Tal Afar dari ISISBendera Indonesia Dicetak Terbalik, Menlu Kirim Nota Diplomatik ke Malaysia
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 5 August 2017 - 19:25
Share/Save/Bookmark
Muqtada Sadr Minta Pembubaran Hashed al-Shaabi
Demo kelompok Muqtada Sadr
 
Demo kelompok Muqtada Sadr
 
Islam Times - Hashed al-Shaabi yang disponsori oleh negara Irak dan terdiri dari 40 milisi Syiah itu berada di garis depan operasi serangan terhadap kelompok Takfiri ISIS. Hashed al-Shaabi sendiri terbentuk atas fatwa Ayatollah Ali al-Sistani pada musim panas tahun 2014 lalu.
 
Ribuan pendukung Muqtada Sadr melakukan demo besar di lapangan Tahrir Baghdad pada Jumat, 04/08/17, menuntut pembubaran Hashed al-Shaabi (Unit Mobilisasi Populer) dan pelucutan senjata.

Beberapa tuntutan Muqtada Sadr adalah meminta pemerintah Irak untuk mengintegrasikan kelompok paramiliter Hashed al-Shaabi atau Unit Mobilisasi Populer ke dalam angkatan bersenjata negara tersebut dan meminta untuk dilucuti senjatanya jika menolak bergangung dengan angkatan bersenjata.

Tuntutan Muqtada Sadr tersebut diutarakan setelah sowan ke Arab Saudi akhir pekan lalu untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Dalam kunjungan itu, Muqtada Sadr bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman di Jeddah untuk membahas hubungan bilateral kedua negara.

Hashed al-Shaabi yang disponsori oleh negara Irak dan terdiri dari 40 milisi Syiah itu berada di garis depan operasi serangan terhadap kelompok Takfiri ISIS. Hashed al-Shaabi sendiri terbentuk atas fatwa Ayatollah Ali al-Sistani pada musim panas tahun 2014 lalu.

Meskipun para pejabat Irak berkoordinasi dengan perwakilan paramiliter dan mendapat dukungan dari Perdana Menteri Haider al-Abadi, Hashed al-Shaabi adalah entitas terpisah dari Angkatan Bersenjata Irak dan saat ini tengah menghadapi berbagai tuduhan pelanggaran hak asasi manusia terhadap penduduk Irak di Mosul.

Dalam demo Jumat kemarin, Muqatada Sadr awalnya memprotes sistem pemilihan Irak menjelang Pemilu 2018, dan meminta undang-undang baru yang tengah disiapkan parlemen untuk lebih mendukung partai-partai politik lebih besar. [IT/Onh/Ass]
 
Kode: 658786
 
 
1


Ahmad
Iran, Islamic Republic of
1396-05-14 20:56:32
Gila benar Muqtada Sadr..... kunjungan ke Saudi benar-benar menambah hancur akal sehatnya..... Semoga Ayatullah Sistani dan para marajik mampu mengatasi kondisi di Irak..... (600866)