Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Wednesday 26 July 2017 - 13:21
Share/Save/Bookmark
Militer Mesir Bunuh 40 Elemen ISIS di Semenanjung Sinai
Tentara Mesir
 
Tentara Mesir
 
Islam Times - Militer Mesir Bunuh 40 Elemen ISIS di Semenanjung Sinai
 
Militer Mesir pada Selasa, 25/07/17, mengataka bahwa pihaknya telah membunuh lebih dari 40 elemen ISIS dalam sebuah serangan luas di Semenanjung Sinai.

Pengumuman tersebut dikeluarkan sehari setelah tujuh warga sipil terbunuh dalam sebuah serangan ISIS yang digagalkan di sebuah pos pemeriksaan dengan sebuah mobil yang dilengkapi dengan bahan peledak.

Sebuah tank tentara mencegat kendaraan ISIS sebelum bahan peledak meledak, menurut sebuah video yang dikeluarkan oleh tentara.

Kelompok ISIS melancarkan serangan mematikan terhadap militer dan polisi, yang terakhir berada di sebuah pos pemeriksaan di Sinai pada 7 Juli dan menewaskan sedikitnya 21 tentara.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, sekitar 40 "ekstremis" tewas dalam serangan selama seminggu melawan ISIS.

Seorang sumber militer mengatakan kepada AFP bahwa tentara tetap ditempatkan di lokasi yang mereka bersihkan dari militan.

"Setelah menyerbu tempat persembunyian teroris, tentara tersebut tinggal di sana," kata sumber tersebut, yang meminta namanya dirahasiakan, kepada AFP.

"Unsur-unsur teroris melarikan diri dan meninggalkan senjata mereka," tambahnya.

ISIS melancarkan pemberontakan di Sinai setelah militer menggulingkan presiden Morsi yang memecah belah negara itu pada 2013. [IT/Onh/Ass]
 
Kode: 656282