Serangan Bom Pinggir Jalan al-Houthi Hancurkan Truk Militer Saudi ArabiaTiga Perempuan Pelaku Bom Bunuh Diri Boko Haram Tewaskan 28 Orang di NigeriaPerbatasan Arab Saudi dan Irak akan Dibuka Setelah 27 Tahun DitutupTentara Suriah Gagalkan Serangan Ha'yat Tahrir al-Sham di Tenggara HamaPesawat N219 Buatan Dalam Negeri akan Uji Terbang di BandungBanyak Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Gabung ke NKRIBreaking News: Free Syrian Army (FSA) Tangkap Pilot SuriahSatu Warga Irak Selamatkan Ratusan Naskah Manuskrip Kuno dari Penjarahan ISISHPI Iran Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72Akibat Serangan Saudi, 16 Juta Penduduk Yaman Terancam Kelaparan dan Kolera
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Wednesday 26 July 2017 - 13:21
Share/Save/Bookmark
Militer Mesir Bunuh 40 Elemen ISIS di Semenanjung Sinai
Tentara Mesir
 
Tentara Mesir
 
Islam Times - Militer Mesir Bunuh 40 Elemen ISIS di Semenanjung Sinai
 
Militer Mesir pada Selasa, 25/07/17, mengataka bahwa pihaknya telah membunuh lebih dari 40 elemen ISIS dalam sebuah serangan luas di Semenanjung Sinai.

Pengumuman tersebut dikeluarkan sehari setelah tujuh warga sipil terbunuh dalam sebuah serangan ISIS yang digagalkan di sebuah pos pemeriksaan dengan sebuah mobil yang dilengkapi dengan bahan peledak.

Sebuah tank tentara mencegat kendaraan ISIS sebelum bahan peledak meledak, menurut sebuah video yang dikeluarkan oleh tentara.

Kelompok ISIS melancarkan serangan mematikan terhadap militer dan polisi, yang terakhir berada di sebuah pos pemeriksaan di Sinai pada 7 Juli dan menewaskan sedikitnya 21 tentara.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, sekitar 40 "ekstremis" tewas dalam serangan selama seminggu melawan ISIS.

Seorang sumber militer mengatakan kepada AFP bahwa tentara tetap ditempatkan di lokasi yang mereka bersihkan dari militan.

"Setelah menyerbu tempat persembunyian teroris, tentara tersebut tinggal di sana," kata sumber tersebut, yang meminta namanya dirahasiakan, kepada AFP.

"Unsur-unsur teroris melarikan diri dan meninggalkan senjata mereka," tambahnya.

ISIS melancarkan pemberontakan di Sinai setelah militer menggulingkan presiden Morsi yang memecah belah negara itu pada 2013. [IT/Onh/Ass]
 
Kode: 656282