Serangan Bom Pinggir Jalan al-Houthi Hancurkan Truk Militer Saudi ArabiaTiga Perempuan Pelaku Bom Bunuh Diri Boko Haram Tewaskan 28 Orang di NigeriaPerbatasan Arab Saudi dan Irak akan Dibuka Setelah 27 Tahun DitutupTentara Suriah Gagalkan Serangan Ha'yat Tahrir al-Sham di Tenggara HamaPesawat N219 Buatan Dalam Negeri akan Uji Terbang di BandungBanyak Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Gabung ke NKRIBreaking News: Free Syrian Army (FSA) Tangkap Pilot SuriahSatu Warga Irak Selamatkan Ratusan Naskah Manuskrip Kuno dari Penjarahan ISISHPI Iran Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72Akibat Serangan Saudi, 16 Juta Penduduk Yaman Terancam Kelaparan dan Kolera
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 24 July 2017 - 03:05
Share/Save/Bookmark
Libya Bingung akan Pulangkan Ratusan Mayat Elemen ISIS ke Negara Asal
Libya (rappler)
 
Libya (rappler)
 
Islam times - Mengizinkan mayat-mayat itu dipulangkan ke negara-negara seperti Tunisia, Sudan dan Mesir akan sensitif bagi pemerintah-pemerintah yang terlibat, yang waspada mengetahui seberapa banyak warga mereka yang pergi bertempur dengan kelompok ISIS di Irak, Suriah dan Libya.
 
Tujuh bulan setelah pasukan Libya mengalahkan kelompok Takfiri ISIS di kota pesisir Sirte, ratusan mayat asing ISIS masih berada di ruang pendingin sementara pihak berwenang berunding dengan pemerintah-pemerintah yang lain mengenai apa yang akan dilakukan pada mayat-mayat itu menurut para pejabat.

Mayat-mayat itu telah dikirim ke Misrata, sebuah kota yang terletak agak ke sebelah barat yang pasukannya memimpin pertempuran untuk mengalahkan ISIS di Sirte pada Desember.

Mengizinkan mayat-mayat itu dipulangkan ke negara-negara seperti Tunisia, Sudan dan Mesir akan sensitif bagi pemerintah-pemerintah yang terlibat, yang waspada mengetahui seberapa banyak warga mereka yang pergi bertempur dengan kelompok ISIS di Irak, Suriah dan Libya.

"Tim kami telah memindahkan ratusan mayat," kata seorang anggota unit kejahatan terorganisasi Misrata kepada kantor berita Reuters, wajahnya ditutup agar tak diketahui identitasnya demi keamanan.

"Operasi utama ini yang membuat kami mengawetkan mayat-mayat itu, membuat dokumen dan memotret mereka dan juga mengambil sampel DNA."

Unit kejahatan itu menunggu keputusan dari Kejaksaan Agung, yang melakukan pembicaraan dengan pemerintah-pemerintah asing mengenai pengembalian mayat tersebut.

ISIS sekarang telah dikalahkan di benteng utamanya di kota Mosul, Irak, dan berada di bawah tekanan di basisnya di kota Raqqa, Suriah.

ISIS menguasai Sirte pada 2015, mengambil keuntungan dari perseteruan antara faksi-faksi bersenjata Libya dan menggunakan kota itu sabagai pangkalan. Dari kota itu ISIS menyerang ladang-ladang minyak dan kota-kota lain di dekatnya menurut siaran Reuters. [IT/Ant]

 
Kode: 655598