Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 24 July 2017 - 03:05
Share/Save/Bookmark
Libya Bingung akan Pulangkan Ratusan Mayat Elemen ISIS ke Negara Asal
Libya (rappler)
 
Libya (rappler)
 
Islam times - Mengizinkan mayat-mayat itu dipulangkan ke negara-negara seperti Tunisia, Sudan dan Mesir akan sensitif bagi pemerintah-pemerintah yang terlibat, yang waspada mengetahui seberapa banyak warga mereka yang pergi bertempur dengan kelompok ISIS di Irak, Suriah dan Libya.
 
Tujuh bulan setelah pasukan Libya mengalahkan kelompok Takfiri ISIS di kota pesisir Sirte, ratusan mayat asing ISIS masih berada di ruang pendingin sementara pihak berwenang berunding dengan pemerintah-pemerintah yang lain mengenai apa yang akan dilakukan pada mayat-mayat itu menurut para pejabat.

Mayat-mayat itu telah dikirim ke Misrata, sebuah kota yang terletak agak ke sebelah barat yang pasukannya memimpin pertempuran untuk mengalahkan ISIS di Sirte pada Desember.

Mengizinkan mayat-mayat itu dipulangkan ke negara-negara seperti Tunisia, Sudan dan Mesir akan sensitif bagi pemerintah-pemerintah yang terlibat, yang waspada mengetahui seberapa banyak warga mereka yang pergi bertempur dengan kelompok ISIS di Irak, Suriah dan Libya.

"Tim kami telah memindahkan ratusan mayat," kata seorang anggota unit kejahatan terorganisasi Misrata kepada kantor berita Reuters, wajahnya ditutup agar tak diketahui identitasnya demi keamanan.

"Operasi utama ini yang membuat kami mengawetkan mayat-mayat itu, membuat dokumen dan memotret mereka dan juga mengambil sampel DNA."

Unit kejahatan itu menunggu keputusan dari Kejaksaan Agung, yang melakukan pembicaraan dengan pemerintah-pemerintah asing mengenai pengembalian mayat tersebut.

ISIS sekarang telah dikalahkan di benteng utamanya di kota Mosul, Irak, dan berada di bawah tekanan di basisnya di kota Raqqa, Suriah.

ISIS menguasai Sirte pada 2015, mengambil keuntungan dari perseteruan antara faksi-faksi bersenjata Libya dan menggunakan kota itu sabagai pangkalan. Dari kota itu ISIS menyerang ladang-ladang minyak dan kota-kota lain di dekatnya menurut siaran Reuters. [IT/Ant]

 
Kode: 655598