Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 11 July 2017 - 18:36
Share/Save/Bookmark
Kuwait, AS dan Inggris Desak Solusi Cepat Atasi Krisis Teluk
Pertemuan tiga negara
 
Pertemuan tiga negara
 
Islam Times - Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir pada 5 Juni memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan menuduh Doha mendanai kelompok ekstremis.
 
Kuwait, Amerika Serikat dan Inggris meminta semua pihak dalam krisis Teluk untuk menyelesaikan perselisihan mereka melalui dialog dan menyatakan "keprihatinan mendalam" atas keretakan yang terus berlanjut.

Seruan tiga negara itu dikeluarkan pada Selasa, 11/07/17, dalam sebuah pernyataan bersama setelah pembicaraan antara Sekretaris Negara AS Rex Tillerson, mitra Kuwait-nya dan penasihat keamanan nasional Inggris pada awal tur Teluk dalam upaya untuk meredakan krisis tersebut.

Ketiga negara tersebut mengajukan banding ke negara-negara Teluk yang bertikai untuk segera mengatasi krisis saat ini dan menyelesaikannya paling cepat melalui dialog," menurut sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita KUNA.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir pada 5 Juni memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan menuduh Doha mendanai kelompok ekstremis.

Keempat negara Arab juga memberlakukan sanksi ekonomi yang sulit terhadap Qatar, sementara Arab Saudi menutup pintu keluar satu-satunya perbatasan dengan Qatar.

Qatar menolak daftar 13 tuntutan dari koalisi pimpinan-Saudi yang mencakup penutupan al-Jazeera, menurunkan hubungan diplomatik dengan Iran dan menutup sebuah pangkalan militer Turki.

Qatar secara pasti membantah tuduhan tersebut.

Selama turnya, Tillerson dijadwalkan mengunjungi Qatar dan Arab Saudi dalam mediasi AS yang serius untuk pertama dalam krisis Teluk. [IT/Onh/Ass]
 
Kode: 652593