Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Sunday 9 July 2017 - 02:32
Share/Save/Bookmark
Islam dan Terorisme:
Sejumlah Tokoh Agama Islam Memulai Tur Eropa untuk Mengutuk Terorisme
Tokoh Ulama anti Daesh.jpg
 
Tokoh Ulama anti Daesh.jpg
 
IslamTimes - Sejumlah tokoh agama Islam telah memulai tur ke lokasi serangan teroris yang melanda Eropa baru-baru ini untuk mengingat korban dan mencela kekerasan.
 
Tur tersebut dimulai pada hari Sabtu (8/7) dimana para ulama dari beberapa negara, termasuk Prancis, Belgia, Inggris dan Tunisia, naik bus di Champs-Elysees Avenue yang terkenal di Paris, di mana polisi Prancis Xavier Jugele ditembak mati pada bulan April.

Perwakilan komunitas agama lainnya juga turut ambil bagian dalam prakarsa tersebut.

Tur akan mencakup beberapa pemberhentian, termasuk Brussels, Nice dan Berlin, di mana panitia mengatakan mereka berharap bisa bertemu Kanselir Angela Merkel.

Mereka diharapkan untuk mengakhiri tur dan kembali ke Paris pada tanggal 14 Juli, pada ulang tahun pertama serangan Nice.

Kelompok teroris Daesh mengaku bertanggung jawab atas serangan truk Nice tersebut, yang menewaskan 86 orang, yang menyaksikan pertunjukan kembang api di Hari Bastille, pada 14 Juli 2016.
Daesh juga mengklaim sebuah serangan truk lagi di sebuah pasar yang ramai di Berlin, yang menyebabkan setidaknya 12 orang tewas pada Desember tahun lalu.

Tur saat ini diprakarsai oleh Imam Drancy dan penulis Prancis Marek Halter. Mereka mengatakan bahwa tur tersebut bertujuan untuk mengirim pesan "Tidak" untuk membenci dan menyerang baik komunitas Muslim maupun non-Muslim.

"Kami di sini untuk mengatakan bahwa agama dan nilai-nilai Islam menentang pembunuh tersebut," Hassqi Chalghoumi, imam Drancy, mengatakan pada hari Sabtu (8/7).

Sekitar 30 orang naik ke bus pada hari Sabtu (8/7). Lebih banyak orang diharapkan akan berpartisipasi dalam inisiatif itu di jalan, sehingga jumlahnya menjadi 60.[IT/r]
 
Kode: 651887