Serangan Bom Pinggir Jalan al-Houthi Hancurkan Truk Militer Saudi ArabiaTiga Perempuan Pelaku Bom Bunuh Diri Boko Haram Tewaskan 28 Orang di NigeriaPerbatasan Arab Saudi dan Irak akan Dibuka Setelah 27 Tahun DitutupTentara Suriah Gagalkan Serangan Ha'yat Tahrir al-Sham di Tenggara HamaPesawat N219 Buatan Dalam Negeri akan Uji Terbang di BandungBanyak Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Gabung ke NKRIBreaking News: Free Syrian Army (FSA) Tangkap Pilot SuriahSatu Warga Irak Selamatkan Ratusan Naskah Manuskrip Kuno dari Penjarahan ISISHPI Iran Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72Akibat Serangan Saudi, 16 Juta Penduduk Yaman Terancam Kelaparan dan Kolera
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Friday 7 July 2017 - 19:23
Share/Save/Bookmark
Dua Jet Pembom AS Terbang di atas Laut China Selatan
Lancer A B-1B dari Angkatan Udara AS, 7 DEs 2001 (Reuters).
 
Lancer A B-1B dari Angkatan Udara AS, 7 DEs 2001 (Reuters).
 
Islam Times - Dua jet pembom Amerika Serikat terbang melintasi Laut China Selatan yang dipersengketakan hari Kamis, menjelang pembicaraan antara Presiden Donald Trump dan Xi Jinping seputar Korea Utara dan program senjata nuklir.
 
Reuters hari ini melaporkan, menanggapi penerbangan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan tak ada masalah jika jet pembom AS terbang berlandaskan kebebasan navigasi di Laut China Timur dan Selatan.

"Tapi China dengan tegas menolak negara-negara yang menggunakan bendera kebebasan navigasi dan penerbangan untuk pamer kekuatan militer dan membahayakan kedaulatan serta keamanan China," lanjut dia.

Sementara itu Kementerian Pertahanan China dalam sebuah pernyataan mengatakan China selalu waspasa dan "memonitor kegiatan militer relevan negara-negara di seberang China'.

Sebelumnya, AS mengecam pembangunan fasilitas militer China di terumbu Laut China Selatan dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, khawatir jangkauan strategisnya semkain meluas.

Laut China Selatan menjadi sengketa antara China dan negara lain seperti brunei, Mlaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan. Laut ini mampu memberi masukan sekitar 5 triliun dolar lewat transaksi perdagangan setiap tahun.

Jet Lancers sendiri sebelumnya dilatih dalam sebuah latihan militer bersama antara AS dan Jepang di Laut China Timur.[IT/Reuters/Atn]




 
Kode: 651467