Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 9 May 2017 - 07:21
Share/Save/Bookmark
Sekitar 5.000 Warga China Gabung Kelompok Takfiri di Suriah
Petempur ISIS asal China di Suriah (the-levant)
 
Petempur ISIS asal China di Suriah (the-levant)
 
Islam Times - Pemerintah China juga mengaku khawatir terhadap sebagian warga Uighur, sebuah kelompok etnis Muslim berbahasa Turki, yang terbang ke Suriah dan Irak secara ilegal melalui Asia Tenggara dan Turki untuk bergabung dengan kelompok ISIS.
 
Sebanyak 5.000-an warga etnis Uighur China, dari Xinjiang bergabung dengan sejumlah kelompok pemberontak bersenjata di Suriah, kata duta besar Suriah untuk China, Imad Moustapha, Senin, 08/05/17.

Pemerintah China juga mengaku khawatir terhadap sebagian warga Uighur, sebuah kelompok etnis Muslim berbahasa Turki, yang terbang ke Suriah dan Irak secara ilegal melalui Asia Tenggara dan Turki untuk bergabung dengan kelompok ISIS.

Duta besar Moustapha mengatakan bahwa sebagian besar warga Uighur di Suriah bertempur membawa nama kelompok sendiri demi memperjuangkan kepentingan mereka.

"Kami memperkirakan ada sekitar 4.000 sampai dengan 5.000 warga Uighur. China dan negara lain seharusnya mulai memberi perhatian serius," katanya.

Pemerintah Beijing sendiri hingga kini belum pernah mengungkapkan berapa banyak etnis Uighur yang bertempur di Timur Tengah.

Sementara itu, penyataan duta besar Moustapha sulit diverifikasi secara independen karena kawasan perang Suriah tertutup untuk media.

Namun, sejumlah kelompok pembela hak asasi manusia (HAM) dan tokoh Uighur di pengasingan mengatakan bahwa mereka terbang ke Turki hanya untuk melarikan diri dari represi Pemerintah China.

Moustapha mengatakan bahwa tidak seperti negara-negara Barat yang mendukung beberapa kelompok yang mereka anggap sebagai oposisi moderat, China tidak pernah membedakan kelompok gerilyawan bersenjata.

"Mereka mengerti tabiat sebenarnya dari doktrin semua kelompok radikal ini. Kami saling bertukar informasi mengenai para teroris ini," katanya.[IT/Ant]

 
Kode: 634888