Jet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan LumpuhImam Ali Khamenei: Muslim Sunni dan Syiah Bersatu Melawan MusuhAyatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari Peshmerga
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Wednesday 26 April 2017 - 13:44
Share/Save/Bookmark
Rezim Manama Cabut Kewarganegaraan atas 36 Aktivis Politik
Rezim Manama
 
Rezim Manama
 
Islam Times - Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan awal bulan ini, Pusat Hak Asasi Manusia Bahrain mengumumkan, pada hari-hari antara tanggal 10 dan 16 April, rezim Manama menjatuhkan hukuman penjara, termasuk tiga hukuman seumur hidup, kepada 52 warga dengan alasan politik.
 
Rezim Manama, dalam usaha lain untuk membungkam suara-suara perbedaan pendapat, menelanjangi 36 warga negara mereka dengan alasan politik.

Menurut putusan pengadilan Bahrain yang dikeluarkan pada Selasa, 25/04/17, kewarganegaraan dari 36 aktivis politik dicabut, menuurt saluran TV al-Manar mengutip sumber-sumber di Bahrain.

Pengadilan juga memvonis tiga aktivis politik untuk menjalani hukuman penjara seumur hidup dan hukuman penjara tiga sampai 10 tahun.

Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan awal bulan ini, Pusat Hak Asasi Manusia Bahrain mengumumkan, pada hari-hari antara tanggal 10 dan 16 April, rezim Manama menjatuhkan hukuman penjara, termasuk tiga hukuman seumur hidup, kepada 52 warga dengan alasan politik.

Rezim al-Khalifa menghukum 52 warga negara dengan hukuman penjara sebanyak 313 tahun.

Pasukan keamanan rezim al-Khalifa juga menangkap 10 warga lainnya, termasuk seorang anak, pada periode tersebut, kata laporan tersebut.

Sekitar 40 demonstrasi damai juga dijatuhi hukuman berat selama periode tersebut, beberapa di antaranya menghadapi tindakan keras oleh pasukan rezim, menurut laporan tersebut.

Langkah tersebut dilakukan di tengah tindakan keras yang terus berlanjut mengenai perbedaan pendapat di Bahrain, sementara kelompok hak asasi manusia berulang kali mengkritik rezim tersebut yang menjatuhkan hukuman jangka panjang kepada pemrotes dan aktivis anti-rezim di negara tersebut. [IT/Onh/Ass]
 
Kode: 630956