Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 11 April 2017 - 18:16
Share/Save/Bookmark
Rencanakan Serangan Teror, Polisi Mesir Bunuh Tujuh Elemen Takfiri ISIS
Bom ISIS di Mesir
 
Bom ISIS di Mesir
 
Islam Times - Elemen-elemen Takfiri ISIS itu sedang menggelar pertemuan untuk merencanakan serangan terhadap warga Kristen setempat. Baku tembak itu terjadi di kota Assiut, Mesir bagian selatan, yang memiliki banyak populasi warga Kristen.
 
Kepolisian Mesir menewaskan tujuh elemen kelompok Takfiri ISIS dalam baku tembak di bagian selatan kota Assiut negara itu. Mereka digerebek aparat keaamanan saat menggelar pertemuan membahas rencana serangan terhadap warga minoritas Kristen di Mesir.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Mesir dalam pernyataannya pada Selasa, 11/04/17, tujuh elemen ISIS tewas setelah mereka menembaki personel kepolisian yang mendekati posisi mereka, pada Senin waktu setempat.

Elemen-elemen Takfiri ISIS itu sedang menggelar pertemuan untuk merencanakan serangan terhadap warga Kristen setempat. Baku tembak itu terjadi di kota Assiut, Mesir bagian selatan, yang memiliki banyak populasi warga Kristen.

Puluhan amunisi, senjata, sebuah sepeda motor, buku-buku serta publikasi ISIS ditemukan di lokasi baku tembak.

Insiden ini terjadi sehari setelah kabinet pemerintahan Mesir menyetujui penetapan keadaan darurat selama 3 bulan. Keadaan darurat diberlakukan untuk merespons ledakan bom yang mengguncang dua gereja di kota Tanta dan Alexandria, yang menewaskan 44 orang. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas dua ledakan bom itu.

Pengeboman yang terjadi pada Minggu (9/4) waktu setempat itu, menandai serangan terbaru terhadap minoritas Kristen Koptik di Mesir, yang jumlahnya terbesar di kawasan Timur Tengah. [IT/Onh/Ass]

 
Kode: 626807