Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 10 April 2017 - 09:25
Share/Save/Bookmark
Pasca Ledakan Bom ISIS di Dua Gereja Koptik, al-Sisi Umumkan Kondisi Darurat
Bom ISIS di gereja Koptik Mesir
 
Bom ISIS di gereja Koptik Mesir
 
Islam Times - Al-Sisi menganggap Mesir memasuki kondisi darurat pasca klaim ISIS atas penyerangan Gereja Koptik St George di bagian utara kota Tanta, dan Gereja Koptik St Mark di Alexandria Ahad kemarin. Bahkan kelompok Takfiri ini memberi peringatan adanya serangan susulan yang spesifik terhadap penganut Kristen Koptik.
 
Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi menyatakan kondisi darurat Mesir selama tiga bulan ke depan. Langkah ini menyusul serangan bom terhadap dua Gereja Koptik yang menewaskan setidaknya 44 jiwa.

Dilansir dari BBC, Senin, 10/4/2017, kondisi darurat telah diberlakukan di Mesir termasuk untuk penahanan tanpa surat perintah bagi mereka yang dicurigai, bahkan hingga menyisir ke rumah-rumah warga.

Namun demikian, Abdul Fattah al-Sisi masih menunggu persetujuan dari parlemen untuk melakukan tindakan-tindakan terkait kondisi darurat tersebut. Sebelumnya al- Sisi telah menginstruksikan penyebaran militer di penjuru negeri untuk melindungi objek-objek vital.

Al-Sisi menganggap Mesir memasuki kondisi darurat pasca klaim ISIS atas penyerangan Gereja Koptik St George di bagian utara kota Tanta, dan Gereja Koptik St Mark di Alexandria Ahad kemarin. Bahkan kelompok Takfiri ini memberi peringatan adanya serangan susulan yang spesifik terhadap penganut Kristen Koptik.

Bom yang diledakkan di Gereja Koptik St George diletakkan di bawah kursi dekat altar dan menewaskan 27 orang serta melukai 78 orang. Sementara pasca ledakan pertama, polisi sempat menahan pengebom memasuki Gereja Koptik St Mark, namun pelaku langsung meledakkannya di luar gereja dan menewaskan 17 orang, termasuk petugas berwajib. 35 Orang terluka dalam ledakan kedua.

Kristen Koptik merupakan minoritas di Mesir. Jumlahnya hanya 10 persen dari populasi warga Mesir. Serangan dilakukan beberapa minggu sebelum kedatangan Paus Francis untuk mendukung jemaat minoritas ini.

Penyerangan ISIS kali ini bukan yang pertama. Sebelumnya pada Desember lalu Gereja Koptik juga menjadi target serangan yang menewaskan 25 orang. [IT/Onh/Ass/BBC]

 
Kode: 626290