Serangan Bom Pinggir Jalan al-Houthi Hancurkan Truk Militer Saudi ArabiaTiga Perempuan Pelaku Bom Bunuh Diri Boko Haram Tewaskan 28 Orang di NigeriaPerbatasan Arab Saudi dan Irak akan Dibuka Setelah 27 Tahun DitutupTentara Suriah Gagalkan Serangan Ha'yat Tahrir al-Sham di Tenggara HamaPesawat N219 Buatan Dalam Negeri akan Uji Terbang di BandungBanyak Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Gabung ke NKRIBreaking News: Free Syrian Army (FSA) Tangkap Pilot SuriahSatu Warga Irak Selamatkan Ratusan Naskah Manuskrip Kuno dari Penjarahan ISISHPI Iran Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72Akibat Serangan Saudi, 16 Juta Penduduk Yaman Terancam Kelaparan dan Kolera
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 14 March 2017 - 13:05
Share/Save/Bookmark
Gejolak Bahrain:
Ulama Bahrain Serukan Demo Besar-besaran untuk Dukung Sheikh Qassem
Ulama Bahrain, bersatu menentang rezim al Khalifa
 
Ulama Bahrain, bersatu menentang rezim al Khalifa
 
Islam Times - Sebelumnya kelompok oposisi Bahrain menyerukan kepada rakyat Bahrain untuk berpartisipasi dalam kampanye penentangan sipil dalam solidaritas dengan Sheikh Qassem dalam mengawal persidangan ulama terkemuka itu pada 14 Maret.
 
Para ulama Bahrain menyerukan pada rakyat di negara Teluk Persia itu untuk bergabung dalam demonstrasi anti-rezim dan berbaris menuju rumah Syekh Isa Qassem, pemimpin spiritual muslimin Bahrain, di kota Diraz untuk mendukung ulama itu.

Dalam pernyataan bersama yang diutarakan pada Senin malam, 13/03/17, para ulama itu menyerukan warga Bahrain untuk berbaris menuju rumah Syekh Qassim di Diraz, di barat Manama.

Pernyataan itu juga menjelaskan bahwa hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan ulama dalam melawan rezim penguasa al-Khalifa sebagai kewajiban membela Islam.

Sebelumnya kelompok oposisi Bahrain menyerukan kepada rakyat Bahrain untuk berpartisipasi dalam kampanye penentangan sipil dalam solidaritas dengan Sheikh Qassem dalam mengawal persidangan ulama terkemuka itu pada 14 Maret.

Kelompok-kelompok revolusioner Bahrain juga mengumumkan bahwa kampanye penentangan sipil akan mulai pada hari Selasa, 14 Maret dan berlangsung hingga Rabu pagi.

Seruan juga meminta kepada para siswa untuk menolak pergi ke sekolah atau universitas pada hari Selasa dan turun ke jalan-jalan dan berkumpul di depan rumah Syekh Qassim di Diraz, di barat Manama.

Sesi pengadilan Sheikh Qassim dijadwalkan pada 27 Februari tapi ditunda sampai Maret 14 setelah ulama terkemuka itu menolak hadir di pengadilan.

Rezim Bahrain mengumumkan pada 20 Juni, 2016, mereka telah mencabut kewarganegaraan Sheikh Qassim atas tuduhan tuduhan palsu termasuk melakukan penggalangan dana untuk mendukung terorisme.[IT/r]
 
Kode: 618021
 
 
1


Sejati
Malaysia
1395-12-29 15:58:12
Jika pemimpin bahrain zalim apa bezanya dengan pemimpin2 iran,iraq&syria..kanak2 di bunuh dan di seksa di syria..dan di mosul iraq wanita2 di seksa dengan rotan oleh tentera2 syiah iraq...iran dan israel tiada bezanya,kedua2 negara ini mengaku sebagai negara islam dan negara yahudi tetapi sebaliknya...salah orang nampak tetapi salah diri sendiri tidak nmpak pulak..jangan terlalu taksub... (600312)