Serangan Bom Pinggir Jalan al-Houthi Hancurkan Truk Militer Saudi ArabiaTiga Perempuan Pelaku Bom Bunuh Diri Boko Haram Tewaskan 28 Orang di NigeriaPerbatasan Arab Saudi dan Irak akan Dibuka Setelah 27 Tahun DitutupTentara Suriah Gagalkan Serangan Ha'yat Tahrir al-Sham di Tenggara HamaPesawat N219 Buatan Dalam Negeri akan Uji Terbang di BandungBanyak Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Gabung ke NKRIBreaking News: Free Syrian Army (FSA) Tangkap Pilot SuriahSatu Warga Irak Selamatkan Ratusan Naskah Manuskrip Kuno dari Penjarahan ISISHPI Iran Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72Akibat Serangan Saudi, 16 Juta Penduduk Yaman Terancam Kelaparan dan Kolera
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 13 March 2017 - 10:08
Share/Save/Bookmark
Wakapolri: Teroris Indonesia Mayoritas Jebolan Afghanistan
ISIS Indonesia (cilisos)
 
ISIS Indonesia (cilisos)
 
Islam Times - Syafrudin mengutarakan itu secara tertulis, saat menghadiri ckonferensi para kepala kepolisian Asia Selatan dan sekitarnya yang digelar Interpol and Bangladesh Police, di Dhaka, Bangladesh, 12-14 Maret 2017
 
Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Syafrudin menyebutkan, teroris Indonesia mayoritas jebolan Afghanistan.

"Banyak pelaku terorisme yang senior berlatih dan belajar di Afganistan, kata Wakil Kepala Kepolisian Indonesia", Komisaris Jenderal Polisi Syafrudin, di Jakarta pada Ahad, 12/03/17.

Syafrudin mengutarakan itu secara tertulis, saat menghadiri ckonferensi para kepala kepolisian Asia Selatan dan sekitarnya yang digelar Interpol and Bangladesh Police, di Dhaka, Bangladesh, 12-14 Maret 2017, seperti dilansir oleh Kantor Berita Antara.

Kepolisian Indonesia, kata dia, mampu memerangi terorisme di Indonesia kemudian menangkap dan merehabilitasi sebagian teroris.

Afganistan memiliki catatan sejarah panjang bagi Indonesia terkait teroris mulai dari Mujahidin hingga Al Qaeda, sehingga Kepolisian Indonesia perlu berkomunikasi dengan pemerintah Afganistan.

Dia juga berdialog dengan Kepala Kepolisian Afganistan, Jenderal Abdul Rahman dan Wakil Kepala Kepolisian Diraja Malaysia, Noor Rashid Ismail, serta perwakilan Bangladesh.

"Sebelum konferensi dimulai, kita mengadakan pertemuan dengan tiga negara yakni Afganistan, Bangladesh dan Malaysia," ujar Syafrudin.

Menurut Syafrudin, Bangladesh merupakan tuan rumah pertemuan di mana mulai marak terjadi aksi ekstrimisme yang bergabung dengan kelompok bersenjata ISIS.

Sementara Rahman menilai penting kerjasama dengan Indonesia untuk penanganan terorisme. "Afganistan memohon kepada Indonesia untuk bantuan pananganan masalah terorisme dalam hal pemberian informasi dan pelatihan perwira polisi Afganistan ke Indonesia," kata dia. [IT/onh/Ass/Ant]
 
Kode: 617630