Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 13 March 2017 - 10:08
Share/Save/Bookmark
Wakapolri: Teroris Indonesia Mayoritas Jebolan Afghanistan
ISIS Indonesia (cilisos)
 
ISIS Indonesia (cilisos)
 
Islam Times - Syafrudin mengutarakan itu secara tertulis, saat menghadiri ckonferensi para kepala kepolisian Asia Selatan dan sekitarnya yang digelar Interpol and Bangladesh Police, di Dhaka, Bangladesh, 12-14 Maret 2017
 
Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Syafrudin menyebutkan, teroris Indonesia mayoritas jebolan Afghanistan.

"Banyak pelaku terorisme yang senior berlatih dan belajar di Afganistan, kata Wakil Kepala Kepolisian Indonesia", Komisaris Jenderal Polisi Syafrudin, di Jakarta pada Ahad, 12/03/17.

Syafrudin mengutarakan itu secara tertulis, saat menghadiri ckonferensi para kepala kepolisian Asia Selatan dan sekitarnya yang digelar Interpol and Bangladesh Police, di Dhaka, Bangladesh, 12-14 Maret 2017, seperti dilansir oleh Kantor Berita Antara.

Kepolisian Indonesia, kata dia, mampu memerangi terorisme di Indonesia kemudian menangkap dan merehabilitasi sebagian teroris.

Afganistan memiliki catatan sejarah panjang bagi Indonesia terkait teroris mulai dari Mujahidin hingga Al Qaeda, sehingga Kepolisian Indonesia perlu berkomunikasi dengan pemerintah Afganistan.

Dia juga berdialog dengan Kepala Kepolisian Afganistan, Jenderal Abdul Rahman dan Wakil Kepala Kepolisian Diraja Malaysia, Noor Rashid Ismail, serta perwakilan Bangladesh.

"Sebelum konferensi dimulai, kita mengadakan pertemuan dengan tiga negara yakni Afganistan, Bangladesh dan Malaysia," ujar Syafrudin.

Menurut Syafrudin, Bangladesh merupakan tuan rumah pertemuan di mana mulai marak terjadi aksi ekstrimisme yang bergabung dengan kelompok bersenjata ISIS.

Sementara Rahman menilai penting kerjasama dengan Indonesia untuk penanganan terorisme. "Afganistan memohon kepada Indonesia untuk bantuan pananganan masalah terorisme dalam hal pemberian informasi dan pelatihan perwira polisi Afganistan ke Indonesia," kata dia. [IT/onh/Ass/Ant]
 
Kode: 617630