Jet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan LumpuhImam Ali Khamenei: Muslim Sunni dan Syiah Bersatu Melawan MusuhAyatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari Peshmerga
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Friday 10 March 2017 - 10:40
Share/Save/Bookmark
Pengungsi Myanmar:
20.000 Warga Myanmar Mengungsi ke China
Pengungsian warga Myanmar di China
 
Pengungsian warga Myanmar di China
 
Islam Times - Minggu ini, sekitar 30 orang tewas dalam serangan oleh pemberontak etnis China di Laukkai, ibu kota daerah bersejarah dan terpencil Kokang, Myanmar, yang berada 800 km di utara Yangon.
 
Beijing, pada Kamis (9/3), mengatakan, sekitar 20.000 warga Myanmar telah menyeberangi perbatasan China dalam beberapa bulan terakhir untuk menyelamatkan diri dari konflik di Myanmar. Kekerasan yang terjadi di negara bagian Rakhine itu berbatasan dengan Banglades, dan Shan, yang berbatasan dengan China, telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir ini.

Menurut Reuters, situasi panas itu telah mengancam pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, yang memang lamban dalam menangani keamanan bagi kelompok minoritas.

Minggu ini, sekitar 30 orang tewas dalam serangan oleh pemberontak etnis China di Laukkai, ibu kota daerah bersejarah dan terpencil Kokang, Myanmar, yang berada 800 km di utara Yangon.

Kokang terletak di negara bagian Shan, yang dalam pertempuran selama tiga bulan terakhir telah menyebabkan lebih dari 160 orang tewas akibat pertikaian antara kelompok pemberontak dan militer.

China memberikan bantuan kemanusiaan dan mengambil langkah-langkah untuk menjamin perdamaian dan ketenangan di wilayah perbatasan, kata juru bicara Kemenlu China, Geng Shuang.

Geng menegaskan, China menyerukan semua pihak yang terlibat untuk "menahan diri dan segera menghentikan permusuhan" demi mengurangi pertikaian bersenjata di sana.

"China mendukung proses perdamaian Myanmar dan berharap semua pihak dapat menggunakan cara-cara damai untuk menyelesaikan perbedaan mereka melalui dialog dan konsultasi," kata Geng.

Pejabat Palang Merah setempat, Saw Shwe Myint, mengatakan, 60 pekerja migran Myanmar yang bekerja di perkebunan tebu rakyat masih bersembunyi di tempat penampungan di kota itu.

Di sisi lain, badan kemanusiaan telah memindahkan lebih dari 1.000 pekerja ke lokasi yang aman di daratan Myanmar.[IT/r]
 
Kode: 616754