Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Friday 17 February 2017 - 15:21
Share/Save/Bookmark
Bom Bunuh Diri ISIS di Masjid Sufi di Pakistan Tewaskan Puluhan Orang
Masjid Sufi ini termasuk tertua dan dianggap suci di Pakistan dan selalu penuh sesak. (AFP)
 
Masjid Sufi ini termasuk tertua dan dianggap suci di Pakistan dan selalu penuh sesak. (AFP)
 
Islam Times - Orang-orang yang terluka berat dibawa dengan ambulans ke kota Jamshoro dan Hyderabad, sekitar dua jam perjalanan. Sementara angkatan bersenjata mengatakan helikopter angkatan laut yang bisa terbang malam dikirimkan untuk mengangkut yang terluka parah.
 
Setidaknya 72 orang tewas dan 250 orang terluka akibat serangan bom bunuh diri kelompok Takfiri ISIS di sebuah masjid sufi di Pakistan selatan.

Penyerang meledakkan dirinya di tengah umat yang sedang berziarah dan berdoa di masjid dan penziarahan Lal Shahbaz Qalandar di kota Sehwan di provinsi Sindh, kata polisi seperti dilansir oleh BBC pada Jumat, 17/02/17.

Perdana Menteri Nawaz Sharif mengutuk serangan yang telah diklaim oleh kelompok Takfiri ISIS.

Ini merupakan serangan paling mematikan dalam serangkaian pemboman terakhir yang diklaim oleh ISIS, Taliban Pakistan dan militan lainnya.

Banyak anak yang luka dalam serangan ini, selain setidaknya 20 anak tewas.

Tempat ziarah dan masjid tersebut termasuk yang tertua dan dianggap suci oleh umat Islam di Pakistan meledak saat penuh sesak, mengingat Kamis malam diyakini sebagai waktu beribadah yang paling baik bagi umat Islam.

Saksi mata mengatakan penyerang menyerbu saat jamaah sedang melakukan doa dan munajat. Media setempat mengatakan pelaku meledakkan dirinya setelah melempar granat.

"Saya lihat mayat di mana-mana. Saya melihat jenazah perempuan dan anak-anak," kata seorang pria kepada media lokal.

Seorang lainnya menjelaskan gambaran kekacauan dan kehancuran, dan disebutkannya, halaman peziarahan itu penuh dengan ribuan orang yang menangis dan meratap.

Gambar dari dalam lokasi ledakan didalam masjid menunjukkan lantai yang penuh gelimang darah, dengan pakaian dan sandal berserakan di mana-mana.

Layanan ambulan Pakistan menyebut setidaknya 20 anak termasuk di antara yang tewas.

Orang-orang yang terluka berat dibawa dengan ambulans ke kota Jamshoro dan Hyderabad, sekitar dua jam perjalanan. Sementara angkatan bersenjata mengatakan helikopter angkatan laut yang bisa terbang malam dikirimkan untuk mengangkut yang terluka parah.

Perdana Menteri Nawaz Sharif menegaskan tekadnya untuk menumpas kaum militan yang melakukan serangan-serangan itu.

"Beberapa hari terakhir ini sungguh berat bagi kita, dan hati saya bersama para korban," katanya dalam sebuah pernyataan.

Sehari sebelum serangan ini, dua serangan bom terpisah di di bagian lain Pakistan menewaskan sedikitnya tujuh orang.

Pada hari Senin, sedikitnya 13 orang tewas dalam serangan bom bunuh diri di kota timur Lahore. Sebuah faksi Taliban Pakistan, Jamaat-ur-Ahrar, mengaku sebagai pelaku serangan itu.

PM Nawaz Sharif menandaskan, "Kita tidak bisa membiarkan peristiwa ini memisahkan kita, atau menakut-nakuti kita. Kita harus tegak bersatu dalam perjuangan ini demi identitas Pakistan, dan demi kemanusiaan yang universal."

Kepala staf militer, Jenderal Qamer Javed Bajwa mengatakan bahwa "setiap tetes darah bangsa yang menetes akan dibalas, dan akan dibalas segera. Tidak akan lagi kita menahan diri pada siapa pun".

Sufisme, suatu paham mistik dalam Islam, telah dipraktekkan di Pakistan selama berabad-abad. Sebagian besar kelompok Takfiri bermazhab Wahabi sangat membenci kaum sufi yang mereka anggap sesat dan bidah. [IT/Onh/Ass/BBC}



 
Kode: 610366