Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 24 January 2017 - 20:24
Share/Save/Bookmark
Menteri Wiranto Bantah Tuduhan Pasukan Formed Police Unit VIII Indonesia Selundupkan Senjata di Sudan
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto
 
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto
 
Islam Times - "Itu dari mana, tidak tahu. Siapa yang menaruh juga tidak tahu, tapi sudah terlanjur diperiksa. Oleh karena itu, kita sekarang kan sudah mengirim investigasi dari Indonesia ke sana, kepolisian untuk menyampaikan atau untuk menelaah benar tidaknya itu," terang Wiranto.
 
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto membantah tuduhan bahwa Pasukan Formed Police Unit VIII dari Indonesia menyelundupkan senjata di Sudan. Menurutnya, dirinya tak yakin jika pasukan Indonesia tersebut melakukan penyelundupan senjata.

"Sekarang kan dugaan itu memang betul dugaan. Tapi kan kenyataannya kontingen dari kita sendiri kan tidak mengakui itu, bahkan saat pemeriksaan saat keluar dari lingkungan kontingen kan diperiksa dulu, bahwa betul tidak ada masalah. Hanya pada saat di lapangan terbang ada satu peti lain, bentuknya lain, jenisnya lain, capnya lain, dan ternyata bentuknya senjata, dan kita tidak mengakui itu," kata Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 24/01/17, seperti dilansir oleh detik.

Menurut Wiranto, perlu ada investigasi lebih lanjut terkait masalah ini. Bahkan, dijelaskannya Wiranto, Indonesia telah mengirimkan tim investigasi ke Sudan untuk mengusut masalah ini.

"Itu dari mana, tidak tahu. Siapa yang menaruh juga tidak tahu, tapi sudah terlanjur diperiksa. Oleh karena itu, kita sekarang kan sudah mengirim investigasi dari Indonesia ke sana, kepolisian untuk menyampaikan atau untuk menelaah benar tidaknya itu," terang Wiranto.

Selain itu, kata Wiranto, perwakilan RI di Sudan juga sudah melakukan pendampingan terhadap kontingen Indonesia di sana yang hadapi tuduhan penyelundupan tersebut.

"Mudah-mudahan cepat selesai lah," katanya.

Wiranto sendiri tidak yakin jika pasukan Polri tersebut melakukan penyelundupan senjata. Dia menduga ada sesuatu yang mencurigakan, yang harus segera diselesaikan.

"Tidak mungkin menurut saya. Untuk apa ya Polri kita selesai tugas menyelundupkan ke Indonesia? Saya kira ini ada sesuatu yang harus diselesaikan dengan baik, karena menyangkut martabat bangsa," tegas Wiranto.

"Sekarang yang saya pahami, dari apa yang pernah saya alami, dari kontingen-kontingen kita itu betul-betul tidak mungkinlah. Untuk apa?" tambahnya.

Wiranto menambahkan, kontingen Indonesia biasanya jika selesai bertugas pasti mengemasi barang-barang mereka, terutama persenjataan dengan baik.

"Polisi bukan penyelundup senjata, punya senjata sendiri kok, dan sudah di pak dengan rapi, dikasih label, kotaknya juga khusus, karena resmi kan kontingen. Ini ada kotak lain, kemudian diakui atau dilakukan sebagai milik kontingen kita, ya kita membantah. Jadi kita tunggu saja lah. Kita jangan ikut meributkan hal ini. Tapi ini masalah biasa di dunia internasional. Tapi kita jamin itu (penyelundupan senjata oleh Polri-red) tidak mungkin terjadi," jelas Wiranto. [IT/Onh/Ass/ Detik]

 
Kode: 603190