Iran Berminat Investasi US$ 5 Miliar di Sektor Kelistrikan RIPemerintah Ngebut Rampungkan Pembangunan Jalan Trans Papua-Papua BaratMasalah Freeport Bagaikan Buah SimalakamaAvigdor Lieberman Berharap Warga Gaza Gulingkan HamasHizbullah Ancam Israel untuk Bongkar Reaktor Nuklir DimanoDonald Trump Tolak Negara PalestinaWartawan ABC Farid M. Ibrahim: Jika ISIS Hancur, Pengikut Asal Indonesia akan MenyebarBom Bunuh Diri ISIS di Masjid Sufi di Pakistan Tewaskan Puluhan OrangLibya Minta Bantuan Pelatihan Militer dari NATO untuk Berantas TerorismeIran Kecam Ledakan Bom ISIS di Baghdad yang Tewaskan 51 Warga
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Wednesday 11 January 2017 - 17:44
Share/Save/Bookmark
AS, Indonesia dan ISIS:
AS: Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Organisasi Teroris
Deplu AS.jpg
 
Deplu AS.jpg
 
IslamTimes - Pemerintah Amerika Serikat menyatakan sebuah kelompok ekstremis Indonesia yang terkait ISIS, Jamaah Ansharut Daulah (JAD).sebagai organisasi teroris.
 
Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (11/1), JAD adalah kelompok teroris yang berbasis di Indonesia yang dibentuk pada tahun 2015 dan terdiri dari hampir dua lusin kelompok-kelompok ekstremis Indonesia pengikut ISIS.

Pejabat-pejabat AS menyatakan, para teroris JAD telah melakukan serangan penembakan dan bunuh diri di Jakarta pada Januari 2016 lalu, yang menewaskan empat warga sipil. Empat teroris juga tewas dalam serangan pertama ISIS di Asia Tenggara itu.

Menurut pejabat-pejabat AS, serangan itu didanai oleh seorang teroris ISIS di Suriah.

Dalam pernyataannya, Deplu AS menyebutkan, konsekuensi dari penunjukan sebagai kelompok teroris ini termasuk larangan bagi warga negara AS melakukan bisnis dengan JAD, serta membekukan setiap properti terkait JAD di Amerika.

Deplu AS juga mengumumkan sanksi-sanksi terhadap empat teroris, sebagai upaya memutus akses ISIS ke sistem keuangan internasional. Di antara keempat teroris tersebut adalah dua warga negara Indonesia, yakni Bahrumsyah yang diyakini masih bergabung dengan ISIS di Suriah dan diyakini telah memerintahkan serangan-serangan di Indonesia, serta menyalurkan dana ke para teroris. WNI lainnya adalah Aman Abdurrahman yang kini dipenjara di LP Nusakambangan, yang dianggap sebagai pemimpin de fakto semua pendukung ISIS di Indonesia.

Dua teroris lainnya adalah dua warga Australia, yakni Neil Christopher Prakash, perekrut paling senior warga Australia untuk ISIS dan Khaled Sharrouf, yang dalam foto-foto tampak memegang potongan kepala orang-orang yang dieksekusi ISIS. [IT/r]
 
Kode: 599149