Iran Berminat Investasi US$ 5 Miliar di Sektor Kelistrikan RIPemerintah Ngebut Rampungkan Pembangunan Jalan Trans Papua-Papua BaratMasalah Freeport Bagaikan Buah SimalakamaAvigdor Lieberman Berharap Warga Gaza Gulingkan HamasHizbullah Ancam Israel untuk Bongkar Reaktor Nuklir DimanoDonald Trump Tolak Negara PalestinaWartawan ABC Farid M. Ibrahim: Jika ISIS Hancur, Pengikut Asal Indonesia akan MenyebarBom Bunuh Diri ISIS di Masjid Sufi di Pakistan Tewaskan Puluhan OrangLibya Minta Bantuan Pelatihan Militer dari NATO untuk Berantas TerorismeIran Kecam Ledakan Bom ISIS di Baghdad yang Tewaskan 51 Warga
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Wednesday 11 January 2017 - 10:35
Share/Save/Bookmark
Rusia: Serangan Udara AS Tewaskan 20 Warga Sipil di Suriah
Ketua Staf Umum Rusia, Valery Gerasimov
 
Ketua Staf Umum Rusia, Valery Gerasimov
 
Islam Times - "Seperti kita ingat, pada bulan September tahun lalu, penerbangan AS melakukan serangan di Deir ez-Zor yang menargetkan pasukan pemerintah. Setelah serangan ini, ISIS mulai diserang," tegas Gerasimov seperti dikutip oleh kantor berita RIA Novosti.
 
Lebih dari 20 warga sipil tewas akibat serangan yang dilakukan oleh jet tempur jenis bomber AS B-52 di provinsi Idlib, Suriah pada 3 Januari, demikian menurut Ketua Staf Umum Rusia, Valery Gerasimov pada Rabu, 11/01/17.

Menurut laporan yang dilansir oleh Russia Today (RT), Gerasimov mengatakan bahwa koalisi pimpinan AS gagal mencapai "hasil yang berarti" di Suriah, dan "pada saat yang sama, sejumlah besar korban dilaporkan terjadi di kalangan penduduk sipil dan pasukan pemerintah.

"Seperti kita ingat, pada bulan September tahun lalu, penerbangan AS melakukan serangan di Deir ez-Zor yang menargetkan pasukan pemerintah. Setelah serangan ini, ISIS mulai diserang," tegas Gerasimov seperti dikutip oleh kantor berita RIA Novosti.

"Contoh terbaru dari hal ini adalah pada serangan udara 3 Januari, ketika sebuah pesawat bomber B-52 AS- tanpa koordinasi dari pihak Rusia - mencapai target di kota Sarmada, di propinsi Idlib yang menutupi perjanjian permusuhan. Lebih dari 20 warga sipil tewas akibat serangan udara tersebut." [IT/Onh/Ass]

 
Kode: 599002