Panglima TNI: Indonesia Bukan Negara Teokrasi, Bukan Negara Agama, Bukan Negara SekulerTentara Suriah dan NDF Bebaskan Dua Distrik dari Cengkeraman ISIS di AleppoFreeport Harus Lepas 51% Saham ke Pemerintah, Tak Ada Pengecualian1 Juta Barel Minyak Iran Masuk RI Pada Februari 2017Komandan Tinggi Kelompok Takfiri Harakat Nouriddeen al-Zinki Tewas di AleppoHashd Shaabi Bebaskan Dua Daerah di Nineveh dari Kontrol ISISPeta Perang di Mosul: Timur Mosul Hampir Bebas dari Cengkeraman Takfiri ISISBangunan 17 Lantai di Tehran Runtuh Setelah TerbakarIran Berencana Menginjeksi Uranium Hexafluoride (UF6) ke Mesin Centrifuge BaruArab Saudi Tetapkan Keadaan Darurat Pasca Insiden Keracunan Massal
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 10 January 2017 - 23:00
Share/Save/Bookmark
Menlu: Indonesia Tak akan Mundur Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
Bela Palestisna
 
Bela Palestisna
 
Islam Times - Selain itu Retno juga menyampaikan bahwa Indonesia telah menyelenggarakan KTT Luar Biasa terkait permasalahan Palestina, Al Quds Al Sharif di Jakarta pada Maret 2016 lalu. KTT tersebut juga telah menghasilkan Deklarasi Jakarta yang mendukung kemerdekaan Palestina dengan berbagai terobosan aksi nyata.
 
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyatakan sikap pemerintah Indonesia yang tidak akan mundur memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Khusus mengenai Palestina, kita memiliki dua pilihan, apakah kita akan pasif atau aktif, do nothing or do something, Indonesia chooses to do something," ujarnya di Ruang Nusantara Kemlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2017).

"Indonesia tidak akan mundur dalam membantu perjuangan kemerdekaan Palestina," tegasnya.

Selain itu Retno juga menyampaikan bahwa Indonesia telah menyelenggarakan KTT Luar Biasa terkait permasalahan Palestina, Al Quds Al Sharif di Jakarta pada Maret 2016 lalu. KTT tersebut juga telah menghasilkan Deklarasi Jakarta yang mendukung kemerdekaan Palestina dengan berbagai terobosan aksi nyata.

"Indonesia akan menggalang sebanyak mungkin dukungan agar penyelesaian "Two State Solution" dapat terealisasi," ujarnya.

Namun ia menjelaskan bahwa jalan yang dihadapi juga tidak mudah. Untuk itu Indonesia mendukung inisiatif konferensi internasional gagasan Perancis.

"Indonesia telah hadir dalam pertemuan di Paris, pada Juni 2016 lalu dan akan hadir dalam pertemuan Januari ini di Paris," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sebagai terobosan diplomatik, Indonesia telah membuka konsulat kehormatan di Ramallah dan berencana membuka rumah Indonesia di Palestina. Di tengah keprihatinan dunia atas krisis pengungsi, Indonesia juga maju dengan inisiatif konkret. Ia menyebut bahwa melalui Bali Process, Indonesia menggalang persetujuan negara asal, transit dan tujuan bagi mekanisme konsultasi sebagai respons terhadap situasi darurat migrasi ireguler di kawasan.

"Selain itu, terkait konflik Suriah, Indonesia menjadi satu dari sedikit negara yang terus menjalankan misi diplomatik, baik melalui KBRI Damaskus, maupun kantor konsulat di Aleppo dan Latakia untuk penampungan WNI. [IT/Detik]
 
Kode: 598913