"Prestasi Gemilang" Saudi Selama Invansi Dua Tahun di Yaman, Tewaskan 10.000 OrangKoran al-Jarida: Iran Bangun Pabrik Rudal di Libanon untuk HizbullahTentara Irak Kuasai 90 Persen Dua Wilayah Kota Tua di Mosul dari Cengkeraman ISISPemerintah Indonesia Tegas Soal IUPK FreeportRusia, Turki dan Iran Desak Gelar Putaran Ketiga Pembicaraan Damai SuriahTehran dan Riyadh Selesaikan Pembicaraan Pengiriman Jamaah Haji 2017Tentara Irak dan Hashd Shaabi Kuasai Sektor Barat Mosul dari ISISAnggota Parlemen Jerman Minta Penarikan Pasukan dari Pangkalan Udara TurkiPembom Bunuh Diri ISIS asal Indonesia Tewas di Palmyra SiloUlama Bahrain Serukan Demo Besar-besaran untuk Dukung Sheikh Qassem
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 10 January 2017 - 23:00
Share/Save/Bookmark
Menlu: Indonesia Tak akan Mundur Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
Bela Palestisna
 
Bela Palestisna
 
Islam Times - Selain itu Retno juga menyampaikan bahwa Indonesia telah menyelenggarakan KTT Luar Biasa terkait permasalahan Palestina, Al Quds Al Sharif di Jakarta pada Maret 2016 lalu. KTT tersebut juga telah menghasilkan Deklarasi Jakarta yang mendukung kemerdekaan Palestina dengan berbagai terobosan aksi nyata.
 
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyatakan sikap pemerintah Indonesia yang tidak akan mundur memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Khusus mengenai Palestina, kita memiliki dua pilihan, apakah kita akan pasif atau aktif, do nothing or do something, Indonesia chooses to do something," ujarnya di Ruang Nusantara Kemlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2017).

"Indonesia tidak akan mundur dalam membantu perjuangan kemerdekaan Palestina," tegasnya.

Selain itu Retno juga menyampaikan bahwa Indonesia telah menyelenggarakan KTT Luar Biasa terkait permasalahan Palestina, Al Quds Al Sharif di Jakarta pada Maret 2016 lalu. KTT tersebut juga telah menghasilkan Deklarasi Jakarta yang mendukung kemerdekaan Palestina dengan berbagai terobosan aksi nyata.

"Indonesia akan menggalang sebanyak mungkin dukungan agar penyelesaian "Two State Solution" dapat terealisasi," ujarnya.

Namun ia menjelaskan bahwa jalan yang dihadapi juga tidak mudah. Untuk itu Indonesia mendukung inisiatif konferensi internasional gagasan Perancis.

"Indonesia telah hadir dalam pertemuan di Paris, pada Juni 2016 lalu dan akan hadir dalam pertemuan Januari ini di Paris," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sebagai terobosan diplomatik, Indonesia telah membuka konsulat kehormatan di Ramallah dan berencana membuka rumah Indonesia di Palestina. Di tengah keprihatinan dunia atas krisis pengungsi, Indonesia juga maju dengan inisiatif konkret. Ia menyebut bahwa melalui Bali Process, Indonesia menggalang persetujuan negara asal, transit dan tujuan bagi mekanisme konsultasi sebagai respons terhadap situasi darurat migrasi ireguler di kawasan.

"Selain itu, terkait konflik Suriah, Indonesia menjadi satu dari sedikit negara yang terus menjalankan misi diplomatik, baik melalui KBRI Damaskus, maupun kantor konsulat di Aleppo dan Latakia untuk penampungan WNI. [IT/Detik]
 
Kode: 598913