Lelucon Politik Arab Saudi–Amerika Serikat di QatarPecah Kongsi Saudi dan Qatar, Plot Lain Amerika Serikat Terhadap IranPermainan Petasan Takfiri di Tanah PersiaLembaga Sosial Masyarakat (LSM) dan Soft War Amerika SerikatTerimakasih Donald Trump Kepada Raja Era DinosaurusMohammad Javad Zarif: Trump Serang Iran untuk Dapatkan "Susu" SaudiKoran Kuwait: AS Tidak Mendukung Perang Israel Melawan HizbullahKota Homs Berada di Bawah Kendali Pemerintah Suriah Sejak 2011Tentara Suriah Tembak Jatuh Tiga Drone AS di Utara LatakiaBom Bunuh Diri ISIS Hantam Pangkalan Militer Ahrar al-Sham, 50 Tewas
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 10 January 2017 - 21:04
Share/Save/Bookmark
Dua Bom Meledak Dekat Gedung Parlemen Afghanistan, 21 Orang Tewas
Ledakan di Kabul (https://twitter.com/dastyar786)
 
Ledakan di Kabul (https://twitter.com/dastyar786)
 
Islam Times - Ledakan bom ini menggarisbawahi kekhawatiran atas situasi keamanan di Afghanistan. Kelompok Taliban terus melancarkan serangan yang menargetkan pemerintah Afghanistan. Sekitar 10 ribu tentara AS masih berada di negara ini untuk membantu militer Afghanistan memerangi Taliban.
 
Dua ledakan bom mengguncang ibu kota Kabul, tepatnya dekat gedung parlemen Afghanistan. Sedikitnya 21 orang tewas dan 45 orang lainnya luka-luka akibat ledakan ini.

"Ledakan ini menewaskan 21 orang dan melukai 45 orang lainnya, sebagian besar korban merupakan warga sipil termasuk pegawai parlemen," tutur seorang pejabat keamanan Afghanistan kepada AFP, Selasa (10/1/2017).

Belum ada kelompok maupun pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom ini. Ledakan dilaporkan terjadi saat para pegawai gedung parlemen sedang keluar dari kompleks kantor mereka.

"Ledakan pertama terjadi di luar gedung parlemen... sejumlah pegawai tak bersalah tewas dan terluka. Ledakan dipicu seorang pengebom bunuh diri yang berjalan kaki," tutur seorang petugas keamanan gedung parlemen, Zabi, yang luka-luka.

"Ledakan kedua berasal dari bom mobil. Mobil itu diparkir di sisi lain jalan dan melemparkan saya ke belakang saat bom meledak," imbuhnya kepada AFP.

Ledakan bom ini menggarisbawahi kekhawatiran atas situasi keamanan di Afghanistan. Kelompok Taliban terus melancarkan serangan yang menargetkan pemerintah Afghanistan. Sekitar 10 ribu tentara AS masih berada di negara ini untuk membantu militer Afghanistan memerangi Taliban.

Selain Taliban, militan Al-Qaeda dan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) juga aktif di Afghanistan. [IT/Detik]
 
Kode: 598884