Iran Berminat Investasi US$ 5 Miliar di Sektor Kelistrikan RIPemerintah Ngebut Rampungkan Pembangunan Jalan Trans Papua-Papua BaratMasalah Freeport Bagaikan Buah SimalakamaAvigdor Lieberman Berharap Warga Gaza Gulingkan HamasHizbullah Ancam Israel untuk Bongkar Reaktor Nuklir DimanoDonald Trump Tolak Negara PalestinaWartawan ABC Farid M. Ibrahim: Jika ISIS Hancur, Pengikut Asal Indonesia akan MenyebarBom Bunuh Diri ISIS di Masjid Sufi di Pakistan Tewaskan Puluhan OrangLibya Minta Bantuan Pelatihan Militer dari NATO untuk Berantas TerorismeIran Kecam Ledakan Bom ISIS di Baghdad yang Tewaskan 51 Warga
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 10 January 2017 - 21:04
Share/Save/Bookmark
Dua Bom Meledak Dekat Gedung Parlemen Afghanistan, 21 Orang Tewas
Ledakan di Kabul (https://twitter.com/dastyar786)
 
Ledakan di Kabul (https://twitter.com/dastyar786)
 
Islam Times - Ledakan bom ini menggarisbawahi kekhawatiran atas situasi keamanan di Afghanistan. Kelompok Taliban terus melancarkan serangan yang menargetkan pemerintah Afghanistan. Sekitar 10 ribu tentara AS masih berada di negara ini untuk membantu militer Afghanistan memerangi Taliban.
 
Dua ledakan bom mengguncang ibu kota Kabul, tepatnya dekat gedung parlemen Afghanistan. Sedikitnya 21 orang tewas dan 45 orang lainnya luka-luka akibat ledakan ini.

"Ledakan ini menewaskan 21 orang dan melukai 45 orang lainnya, sebagian besar korban merupakan warga sipil termasuk pegawai parlemen," tutur seorang pejabat keamanan Afghanistan kepada AFP, Selasa (10/1/2017).

Belum ada kelompok maupun pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom ini. Ledakan dilaporkan terjadi saat para pegawai gedung parlemen sedang keluar dari kompleks kantor mereka.

"Ledakan pertama terjadi di luar gedung parlemen... sejumlah pegawai tak bersalah tewas dan terluka. Ledakan dipicu seorang pengebom bunuh diri yang berjalan kaki," tutur seorang petugas keamanan gedung parlemen, Zabi, yang luka-luka.

"Ledakan kedua berasal dari bom mobil. Mobil itu diparkir di sisi lain jalan dan melemparkan saya ke belakang saat bom meledak," imbuhnya kepada AFP.

Ledakan bom ini menggarisbawahi kekhawatiran atas situasi keamanan di Afghanistan. Kelompok Taliban terus melancarkan serangan yang menargetkan pemerintah Afghanistan. Sekitar 10 ribu tentara AS masih berada di negara ini untuk membantu militer Afghanistan memerangi Taliban.

Selain Taliban, militan Al-Qaeda dan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) juga aktif di Afghanistan. [IT/Detik]
 
Kode: 598884