"Prestasi Gemilang" Saudi Selama Invansi Dua Tahun di Yaman, Tewaskan 10.000 OrangKoran al-Jarida: Iran Bangun Pabrik Rudal di Libanon untuk HizbullahTentara Irak Kuasai 90 Persen Dua Wilayah Kota Tua di Mosul dari Cengkeraman ISISPemerintah Indonesia Tegas Soal IUPK FreeportRusia, Turki dan Iran Desak Gelar Putaran Ketiga Pembicaraan Damai SuriahTehran dan Riyadh Selesaikan Pembicaraan Pengiriman Jamaah Haji 2017Tentara Irak dan Hashd Shaabi Kuasai Sektor Barat Mosul dari ISISAnggota Parlemen Jerman Minta Penarikan Pasukan dari Pangkalan Udara TurkiPembom Bunuh Diri ISIS asal Indonesia Tewas di Palmyra SiloUlama Bahrain Serukan Demo Besar-besaran untuk Dukung Sheikh Qassem
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 10 January 2017 - 21:04
Share/Save/Bookmark
Dua Bom Meledak Dekat Gedung Parlemen Afghanistan, 21 Orang Tewas
Ledakan di Kabul (https://twitter.com/dastyar786)
 
Ledakan di Kabul (https://twitter.com/dastyar786)
 
Islam Times - Ledakan bom ini menggarisbawahi kekhawatiran atas situasi keamanan di Afghanistan. Kelompok Taliban terus melancarkan serangan yang menargetkan pemerintah Afghanistan. Sekitar 10 ribu tentara AS masih berada di negara ini untuk membantu militer Afghanistan memerangi Taliban.
 
Dua ledakan bom mengguncang ibu kota Kabul, tepatnya dekat gedung parlemen Afghanistan. Sedikitnya 21 orang tewas dan 45 orang lainnya luka-luka akibat ledakan ini.

"Ledakan ini menewaskan 21 orang dan melukai 45 orang lainnya, sebagian besar korban merupakan warga sipil termasuk pegawai parlemen," tutur seorang pejabat keamanan Afghanistan kepada AFP, Selasa (10/1/2017).

Belum ada kelompok maupun pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom ini. Ledakan dilaporkan terjadi saat para pegawai gedung parlemen sedang keluar dari kompleks kantor mereka.

"Ledakan pertama terjadi di luar gedung parlemen... sejumlah pegawai tak bersalah tewas dan terluka. Ledakan dipicu seorang pengebom bunuh diri yang berjalan kaki," tutur seorang petugas keamanan gedung parlemen, Zabi, yang luka-luka.

"Ledakan kedua berasal dari bom mobil. Mobil itu diparkir di sisi lain jalan dan melemparkan saya ke belakang saat bom meledak," imbuhnya kepada AFP.

Ledakan bom ini menggarisbawahi kekhawatiran atas situasi keamanan di Afghanistan. Kelompok Taliban terus melancarkan serangan yang menargetkan pemerintah Afghanistan. Sekitar 10 ribu tentara AS masih berada di negara ini untuk membantu militer Afghanistan memerangi Taliban.

Selain Taliban, militan Al-Qaeda dan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) juga aktif di Afghanistan. [IT/Detik]
 
Kode: 598884