Gejolak Keamanan Baru Kerajaan Saudi ArabiaTV al-Manar: Kemungkinan Serangan Bandara Internasional Damaskus Dilakukan IsraelKorea Utara: Kami tidak Ingin Perang, tapi Kami akan Melawan Imperialis ASIran Kecam Keras Serangan Turki ke Suriah dan IrakRusia: Serangan Turki ke Irak dan Suriah Langgar Prinsip Dasar antar Pemerintahan3 WNI Tewas dalam Serbuan di Kamp ISIS di MindanaoLusinan Elemen ISIS Tewas di Pangkalan Udara Deir EzzorKepala Polisi Iran Siap Amankan Pemilu Pemilihan PresidenRezim Manama Cabut Kewarganegaraan atas 36 Aktivis PolitikSerangan Brutal Tentara Turki di Suriah dan Irak Bunuh Puluhan Orang
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 10 January 2017 - 20:59
Share/Save/Bookmark
Menlu: Diplomat RI Tak Mundur Seinci Pun Soal Kedaulatan NKRI
Menlu Retno Marsudi (rayapos)
 
Menlu Retno Marsudi (rayapos)
 
Islam Times - Indonesia, lanjut dia, tidak memiliki batas maritim dengan negara lain. Menlu menegaskan kegiatan ekonomi di Kepulauan Natuna terus digalakkan, dan wilayah sekitar lautnya akan dijaga.
 
Garis batas RI akan terus diperjuangkan via diplomasi. Mulai dari Natuna hingga Timor Leste.

"Bagi diplomat Indonesia, tidak ada kata mundur sedikitpun saat berbicara mengenai kedaulatan. Saya ulangi, tidak ada kata mundur seinci pun saat kita berbicara masalah kedaulatan NKRI," tegas Menlu Retno LP Marsudi.

Hal itu dikatakan Menlu Retno dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI Tahun 2017 di Kemenlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2017).

Menlu memaparkan memperjuangkan demarkasi NKRI mulai Laut China Selatan (LCS) menurut UNCLOS 1982.

"Posisi Indonesia di LCS tidak berubah dan bahkan semakin kokoh. Bahwa Indonesia memiliki overlapping batas maritim hanya dengan Malaysia dan Vietnam. Batas landas kontinen sudah diselesaikan dengan kedua negara tersebut, sedang batas ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif) sedang dirundingkan," papar Menlu.

Indonesia, lanjut dia, tidak memiliki batas maritim dengan negara lain. Menlu menegaskan kegiatan ekonomi di Kepulauan Natuna terus digalakkan, dan wilayah sekitar lautnya akan dijaga.

"Demi perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan, Indonesia terus mendorong agar negosiasi Code of Conduct dapat segera dilakukan antara ASEAN dan RRT," tuturnya.

Selama 2016, sudah dilakukan 20 perundingan batas maritim dan 16 perundingan batas darat. Capaian utamanya, ratifikasi Perjanjian Garis Batas Laut RI-Singapura pada 15 Desember 2016 lalu. Dokumen ratifikasi akan dipertukarkan di Singapura pada Januari 2017.

Capaian lainnya, disepakatinya draft MoU Survey and Demarcation ke-20 antara RI-Malaysia untuk batas darat Kaltara dan Sabah. Dengan Timor Leste, RI sukses menyelesaikan tahap akhir 2 unresolved segment batas darat.

Upaya diplomasi memperjuangkan garis batas itu akan berlanjut hingga tuntas di 2017. Selain dengan Malaysia dan Timor Lese, RI juga akan memprioritaskan formalisasi batas laut wilayah sementara di Laut Sulawesi, menentukan batas landas kontinen dan ratifikasi penetapan batas ZEE dengan Filipina, serta delimitasi ZEE dengan Vietnam, Thailand, India dan Palau. [IT/Detik]
 
Kode: 598880