"Prestasi Gemilang" Saudi Selama Invansi Dua Tahun di Yaman, Tewaskan 10.000 OrangKoran al-Jarida: Iran Bangun Pabrik Rudal di Libanon untuk HizbullahTentara Irak Kuasai 90 Persen Dua Wilayah Kota Tua di Mosul dari Cengkeraman ISISPemerintah Indonesia Tegas Soal IUPK FreeportRusia, Turki dan Iran Desak Gelar Putaran Ketiga Pembicaraan Damai SuriahTehran dan Riyadh Selesaikan Pembicaraan Pengiriman Jamaah Haji 2017Tentara Irak dan Hashd Shaabi Kuasai Sektor Barat Mosul dari ISISAnggota Parlemen Jerman Minta Penarikan Pasukan dari Pangkalan Udara TurkiPembom Bunuh Diri ISIS asal Indonesia Tewas di Palmyra SiloUlama Bahrain Serukan Demo Besar-besaran untuk Dukung Sheikh Qassem
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 10 January 2017 - 20:23
Share/Save/Bookmark
Rusia: Ada Anggota DK PBB yang Ingin Pertahankan Konflik Suriah
Konflik di Suriah (Sputnik)
 
Konflik di Suriah (Sputnik)
 
Islam Times - "Fakta DK PBB mampu mengadopsi resolusi menunjukkan anggota dapat mencapai kompromi pada masalah yang kompleks ketika mengindahkan kepentingan masing-masing dan menolak agenda satu sisi," sambungnya, merujuk pada resolusi 2336, dan 2328.
 
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin dalam sebuah pernyataan mengatakan, bahwa sampai saat ini masih ada beberapa anggota Dewan Keamanan (DK PBB) yang ingin mempertahankan konflik di Suriah. Menurut Churkin, hal ini dikarenakan masih belum tercapainya tujuan mereka, yakni melengserkan Bashar al-Assad.

Tanpa menyebutkan negara mana, Churkin menegaskan perbedaan yang terjadi saat ini di DK PBB, menunjukan masih adanya negara yang tidak ingin konflik di Suriah segera berakhir. Hal inilah yang membuat upaya untuk menyelesaikan konflik di Suriah melalui DK PBB tidak pernah berbuah hasil.

"Bekerja mengenai Suriah di DK PBB tidak pernah mudah. Beberapa anggota dewan, yang, mari kita jujur, memberikan kontribusi pada terciptanya konflik di Suriah dan masih memicu itu, mereka tidak dapat menyerah tujuan, karena masih berusaha menggulingkan pemerintah Suriah saat ini," ucap Churkin, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (10/1).

"Fakta DK PBB mampu mengadopsi resolusi menunjukkan anggota dapat mencapai kompromi pada masalah yang kompleks ketika mengindahkan kepentingan masing-masing dan menolak agenda satu sisi," sambungnya, merujuk pada resolusi 2336, dan 2328.

Resolusi 2336 diadopsi pada akhir Desember setelah usulan bersama Rusia-Turki mengenai gencatan senjata di Suriah, serta pada mengadakan pembicaraan politik antara pemerintah dan kelompok pemberontak Suriah di Astana, Kazakhstan pada Januari 2017.

Sedangkan resolusi 2328 diadopsi awal Desember, yang berisi tuntutan ajan adanya akses langsung dan tanpa hambatan ke Aleppo timur bagi pengamat PBB untuk memantau evakuasi warga sipil di kota itu. Aleppo sejak itu telah sepenuhnya sterik dari pemberontak dan kelompok teror, dan warga sipil telah mulai kembali ke rumah mereka. [IT/Sindonews/Sputnik]
 
Kode: 598860