Serangan Bom Pinggir Jalan al-Houthi Hancurkan Truk Militer Saudi ArabiaTiga Perempuan Pelaku Bom Bunuh Diri Boko Haram Tewaskan 28 Orang di NigeriaPerbatasan Arab Saudi dan Irak akan Dibuka Setelah 27 Tahun DitutupTentara Suriah Gagalkan Serangan Ha'yat Tahrir al-Sham di Tenggara HamaPesawat N219 Buatan Dalam Negeri akan Uji Terbang di BandungBanyak Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Gabung ke NKRIBreaking News: Free Syrian Army (FSA) Tangkap Pilot SuriahSatu Warga Irak Selamatkan Ratusan Naskah Manuskrip Kuno dari Penjarahan ISISHPI Iran Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72Akibat Serangan Saudi, 16 Juta Penduduk Yaman Terancam Kelaparan dan Kolera
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 10 January 2017 - 19:44
Share/Save/Bookmark
Ada Temuan Dokumen Diduga dari RI Saat Penggerebekan Teror Turki
juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Armanatha Nasir (Detik)
 
juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Armanatha Nasir (Detik)
 
Islam Times - Pada 4 Januari lalu, kantor berita Turki, Anadolu, melaporkan ada 20 tersangka terkait Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang ditangkap dalam penggerebekan itu. Penggerebekan digelar di empat alamat berbeda di distrik Bornova dan Buca yang ada di Izmir.
 
Penggerebekan otoritas Turki terkait penembakan brutal di kelab malam Istanbul berujung temuan dokumen diplomatik asing. Salah satunya diketahui merupakan dokumen dari Indonesia.

"Jadi Rabu (4/1) lalu, ada penggerebekan di Turki, di suatu apartemen di Izmir. Ditemukan dokumen dari berbagai negara termasuk Indonesia," terang juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Armanatha Nasir, kepada wartawan usai pernyataan pers tahunan Menlu RI di kantor Kemlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2017).

Armanatha menegaskan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang ikut ditangkap dalam penggerebekan itu. "Tidak ada WNI," tegasnya.

Pada 4 Januari lalu, kantor berita Turki, Anadolu, melaporkan ada 20 tersangka terkait Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang ditangkap dalam penggerebekan itu. Penggerebekan digelar di empat alamat berbeda di distrik Bornova dan Buca yang ada di Izmir.

Anadolu juga melaporkan adanya temuan dan penyitaan 41 paspor dari berbagai negara, yang diduga paslu, serta 15 kartu identitas palsu yang dirilis untuk warga negara asing di Turki. Terkait penyitaan ini, Armanatha tidak menyebut secara spesifik bentuk dokumen asal Indonesia yang dimaksud.

"Tapi apakah itu dokumen asli Indonesia, belum bisa kami pastikan," ucap Armanatha.

Penembakan brutal di kelab malam Istanbul pada 1 Januari lalu menewaskan 39 orang, yang kebanyakan warga negara asing. Tidak ada WNI yang menjadi korban penembakan tersebut. [IT/Detik]
 
Kode: 598840