Panglima TNI: Indonesia Bukan Negara Teokrasi, Bukan Negara Agama, Bukan Negara SekulerTentara Suriah dan NDF Bebaskan Dua Distrik dari Cengkeraman ISIS di AleppoFreeport Harus Lepas 51% Saham ke Pemerintah, Tak Ada Pengecualian1 Juta Barel Minyak Iran Masuk RI Pada Februari 2017Komandan Tinggi Kelompok Takfiri Harakat Nouriddeen al-Zinki Tewas di AleppoHashd Shaabi Bebaskan Dua Daerah di Nineveh dari Kontrol ISISPeta Perang di Mosul: Timur Mosul Hampir Bebas dari Cengkeraman Takfiri ISISBangunan 17 Lantai di Tehran Runtuh Setelah TerbakarIran Berencana Menginjeksi Uranium Hexafluoride (UF6) ke Mesin Centrifuge BaruArab Saudi Tetapkan Keadaan Darurat Pasca Insiden Keracunan Massal
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 10 January 2017 - 14:46
Share/Save/Bookmark
Gejolak Suriah:
Presiden Assad: Semuanya Berubah, Kami di Jalur Kemenangan
Bashar al-Assad, Syrian President...jpg
 
Bashar al-Assad, Syrian President...jpg
 
IslamTimes - Presiden Suriah Basahr al-Assad mengatakan bahwa segala sesuatu mengenai Suriah di dunia telah berubah, menekankan bahwa Damaskus dan sekutunya berada di jalur kemenangan melawan teroris Takfiri.
 
Dalam sebuah wawancara dengan media Prancis yang diterbitkan Senin (9/1), Presiden Assad berjanji bahwa tentara Suriah akan berjuang sampai pembebasan "setiap inci" dari tanah air yang dikuasai teroris dan ekstrimis.

"Tentu saja itu misi kami, sesuai dengan konstitusi dan sesuai dengan undang-undang, bahwa kita harus membebaskan setiap inci dari tanah Suriah," katanya.

"Kami tidak menganggap bahwa (merebut kembali Aleppo dari teroris) sebagai kemenangan karena kemenangan akan terjadi ketika kami menghapus semua teroris," kata Assad, namun menambahkan, bahwa "ini adalah saat kritis dalam perang ini karena kita berada di jalan menuju kemenangan. "

Sementara itu, Assad mengatakan bahwa delegasi Suriah siap "untuk negosiasi segalanya" dalam pembicaraan mendatang dengan oposisi, yang akan diselenggarakan di ibukota Kazakhstan Astana dengan mediasi dari Rusia, Turki dan Iran.

Ditanya apakah dia akan mundur sebagai presiden, Assad mengatakan "ya, tapi posisi saya terkait dengan konstitusi."

"Jika mereka ingin membahas hal ini mereka harus mendiskusikan konstitusi," katanya, mengacu pada oposisi bersenjata yang didukung asing.[IT/r]
 
Kode: 598760