Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 10 January 2017 - 14:46
Share/Save/Bookmark
Gejolak Suriah:
Presiden Assad: Semuanya Berubah, Kami di Jalur Kemenangan
Bashar al-Assad, Syrian President...jpg
 
Bashar al-Assad, Syrian President...jpg
 
IslamTimes - Presiden Suriah Basahr al-Assad mengatakan bahwa segala sesuatu mengenai Suriah di dunia telah berubah, menekankan bahwa Damaskus dan sekutunya berada di jalur kemenangan melawan teroris Takfiri.
 
Dalam sebuah wawancara dengan media Prancis yang diterbitkan Senin (9/1), Presiden Assad berjanji bahwa tentara Suriah akan berjuang sampai pembebasan "setiap inci" dari tanah air yang dikuasai teroris dan ekstrimis.

"Tentu saja itu misi kami, sesuai dengan konstitusi dan sesuai dengan undang-undang, bahwa kita harus membebaskan setiap inci dari tanah Suriah," katanya.

"Kami tidak menganggap bahwa (merebut kembali Aleppo dari teroris) sebagai kemenangan karena kemenangan akan terjadi ketika kami menghapus semua teroris," kata Assad, namun menambahkan, bahwa "ini adalah saat kritis dalam perang ini karena kita berada di jalan menuju kemenangan. "

Sementara itu, Assad mengatakan bahwa delegasi Suriah siap "untuk negosiasi segalanya" dalam pembicaraan mendatang dengan oposisi, yang akan diselenggarakan di ibukota Kazakhstan Astana dengan mediasi dari Rusia, Turki dan Iran.

Ditanya apakah dia akan mundur sebagai presiden, Assad mengatakan "ya, tapi posisi saya terkait dengan konstitusi."

"Jika mereka ingin membahas hal ini mereka harus mendiskusikan konstitusi," katanya, mengacu pada oposisi bersenjata yang didukung asing.[IT/r]
 
Kode: 598760