Panglima TNI: Indonesia Bukan Negara Teokrasi, Bukan Negara Agama, Bukan Negara SekulerTentara Suriah dan NDF Bebaskan Dua Distrik dari Cengkeraman ISIS di AleppoFreeport Harus Lepas 51% Saham ke Pemerintah, Tak Ada Pengecualian1 Juta Barel Minyak Iran Masuk RI Pada Februari 2017Komandan Tinggi Kelompok Takfiri Harakat Nouriddeen al-Zinki Tewas di AleppoHashd Shaabi Bebaskan Dua Daerah di Nineveh dari Kontrol ISISPeta Perang di Mosul: Timur Mosul Hampir Bebas dari Cengkeraman Takfiri ISISBangunan 17 Lantai di Tehran Runtuh Setelah TerbakarIran Berencana Menginjeksi Uranium Hexafluoride (UF6) ke Mesin Centrifuge BaruArab Saudi Tetapkan Keadaan Darurat Pasca Insiden Keracunan Massal
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 10 January 2017 - 14:03
Share/Save/Bookmark
PPATK Temukan Modus Aliran Dana Bahrun Naim
Bahrun Naim (Antara)
 
Bahrun Naim (Antara)
 
Islam Times - "Bahrun Naim, salah seorang tokoh yang mendalangi berbagai aksi teror di Indonesia, menggunakan sistem pembayaran online PayPal atau dengan Bitcoin," ujar Kiagus Ahmad.
 
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Badarudin menyebutkan pihaknya telah mendeteksi aliran dana Bahrun Naim dalam mengakomodasi teroris jaringannya. Mereka menggunakan financial technology (fintech) untuk mengelabui penegak hukum di Tanah Air.

"Bahrun Naim, salah seorang tokoh yang mendalangi berbagai aksi teror di Indonesia, menggunakan sistem pembayaran online PayPal atau dengan Bitcoin," ujar Kiagus Ahmad di gedung PPATK, Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Senin (9/1/2017), seperti dikutip Detik.com.

PayPal atau Bitcoin merupakan sejenis alat pembayaran virtual yang bisa digunakan transaksi oleh pengguna internet dari berbagai negara. Awalnya fintech sendiri untuk memudahkan masyarakat untuk bertransaksi dan mengakses produk keuangan.

Ki Agus menambahkan penulusuran aliran dana melalui fintech bukanlah hal mudah.

"Fintech itu sedikit lebih sulit untuk ditelusuri siapa orangnya, bukan berarti tidak bisa, tetapi itu memerlukan beberapa langkah untuk menelusurinya, sehingga diperlukan kehati-hatian kita," ucapnya.

Wakil Ketua PPATK Dian Ediana Rae menambahkan, untuk menanggulangi hal ini, pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa instansi. Antara lain Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia.

"Selain itu, PPATK juga akan bekerja sama dengan Mabes Polri, Kementerian Keuangan, BNN, BNPT, dan aparat penegak hukum lainnya untuk menangani masalah tersebut," ucap Ediana, kutip Detik. (IT/Manu)
 
Kode: 598647