Lelucon Politik Arab Saudi–Amerika Serikat di QatarPecah Kongsi Saudi dan Qatar, Plot Lain Amerika Serikat Terhadap IranPermainan Petasan Takfiri di Tanah PersiaLembaga Sosial Masyarakat (LSM) dan Soft War Amerika SerikatTerimakasih Donald Trump Kepada Raja Era DinosaurusMohammad Javad Zarif: Trump Serang Iran untuk Dapatkan "Susu" SaudiKoran Kuwait: AS Tidak Mendukung Perang Israel Melawan HizbullahKota Homs Berada di Bawah Kendali Pemerintah Suriah Sejak 2011Tentara Suriah Tembak Jatuh Tiga Drone AS di Utara LatakiaBom Bunuh Diri ISIS Hantam Pangkalan Militer Ahrar al-Sham, 50 Tewas
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 9 January 2017 - 12:38
Share/Save/Bookmark
Kepala Pentagon: "Amerika Serikat Melawan ISIS Sendirian di Suriah"
Kepala Pentagon Ashton Carter
 
Kepala Pentagon Ashton Carter
 
Islam Times - Menurutnya, Rusia melakukan intervensi dalam perang sipil Suriah karena Moskow gagal menyelaraskan tujuannya dengan Washington untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan beralih meminggirkan Assad secara halus dan memediasi oposisi dengan rezim pemerintah Suriah.
 
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Kepala Pentagon Ashton Carter mengklaim AS sendiri yang berperang melawan ISIS, sementara Rusia bertindak hampir nol di Suriah.

"Mereka (Rusia) tidak melakukan apa-apa," ucap Carter dalam wawancara di program "Meet the Press" stasiun televisi NBC pada Senin, 09/01/17.

"Mereka datang, mereka mengatakan akan melawan ISIS, dan juga mengatakan akan membantu dalam perang saudara di Suriah," lanjut Carter.

"Mereka (Rusia) tidak melakukan salah satu dari hal-hal tersebut. Sebagai konsekuensi, tentu saja kami melawan ISIS sendiri. Moskow mencapai "hampir nol" di Suriah," kata Carter.

Carter memuji peran koalisi pimpinan AS yang menurutnya telah berupaya membebaskan Kota Mosul, Irak, sejak pertengahan Oktober 2016. Menurut Carter, kampanye serangan AS sesuai dengan rencana.

Selain meremehkan peran Rusia dalam perang melawan ISIS di Suriah, Carter juga mengkritik keterlibatan Rusia dalam perang sipil di Suriah yang menuurtnya menjadi "lebih keras".

Menurutnya, Rusia melakukan intervensi dalam perang sipil Suriah karena Moskow gagal menyelaraskan tujuannya dengan Washington untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan beralih meminggirkan Assad secara halus dan memediasi oposisi dengan rezim pemerintah Suriah.

Sementara itu, Rusia selama ini tidak pernah mengklaim berniat menggulingkan Assad, yang dianggap sebagai sekutu utama Kremlin. Bahkan diberbagai kesempatan, Moskow selalu menegaskan bahwa masa depan Suriah ada ditangan rakyat Suriah tanpa intervensi negara asing, termasuk AS.
[IT/Onh/Ass]
 
Kode: 598383
 
 
1


kombespol
Satellite Provider
1395-10-21 04:36:20
amerika memang negara tidak tahu malu .. melawan isis sendirian , yg tepat membantu senjata dan keuangan isis sendirian dan di bantu sekutu2 bengisnya , peran amerika adalah nol .. itu pernyataan yg tepat , pembohong , pengadu domba pembunuh rakyat sipil . (600011)