Terimakasih Donald Trump Kepada Raja Era DinosaurusMohammad Javad Zarif: Trump Serang Iran untuk Dapatkan "Susu" SaudiKoran Kuwait: AS Tidak Mendukung Perang Israel Melawan HizbullahKota Homs Berada di Bawah Kendali Pemerintah Suriah Sejak 2011Tentara Suriah Tembak Jatuh Tiga Drone AS di Utara LatakiaBom Bunuh Diri ISIS Hantam Pangkalan Militer Ahrar al-Sham, 50 TewasDua Anggota ISIS Tewas Saat Berencana Serang Kongres Partai ErdoganKunjungan Trump ke Saudi, untuk Tutupi Skandal RussiagateHashd Shaabi Kepung Benteng ISIS Qayrawan di Barat Laut NinevehHizbullah: Trump Terlambat Mental dan Gila
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Friday 6 January 2017 - 12:07
Share/Save/Bookmark
Serangan Cyber AS - Cina:
Ketua Intel: Cina Masih Melancarkan Cyber-Espionage terhadap AS
James Clapper.Director of National Intelligence.jpg
 
James Clapper.Director of National Intelligence.jpg
 
IslamTimes - Pemerintah Cina terus menjalankan operasi spionase cyber melawan Amerika Serikat dan perusahaan dan organisasi Amerika, meskipun 2015 Presiden China Xi Jinping untuk menghentikan upaya tersebut, kepala intel AS James Clapper, Kamis (5/1).
 
"Beijing terus melakukan spionase cyber terhadap pemerintah AS, sekutu kami dan perusahaan-perusahaan AS," tiga kepala intelijen AS mengatakan dalam dengar pendapat Senat dalam pernyataan bersama.

AS selalu menyatakan kekhawatiran mereka terhadap serangan cyber dan pada waktu yang sama AS juga melakukan serangan cyber ke negara lain.

Wikileaks dan kasus NSA Snowden telah membonkar pelancaran cyber serangan global AS temasuk kepada pemimpin negara sekutu AS sendiri.[IT/r]
 
Kode: 597492
 
 
1


new mahatma ghandi
Satellite Provider
1395-10-17 13:04:43
Fitnah dan berbohong adalah dosa besar dan di tekankan di semua jenis agama yg mengajarkan kedamaian , kerukunan dan saling menghargai , apabila USA selalu berbohong dan memfitnah negara lain maka akan berbalas atau karma akan terjadi di negaranya sendiri seperti sekarang ini .. berapa negara yg berganti pemerintahan dan ideologi baik itu tanpa korban dan banyak korban jiwa dengan campur tangan USA secara sembuny( dengan media membentuk opini dan mengacaukan ekonomi ) atau terang terangan dengan alasan HAM/PEMUSNAH MASSAL ? sangat banyak bahkan mungkin sebagian besar negara didunia pernah mengalaminya .. sekarang USA merasa sistem demokrasinya di intervensi negara lain menuduh rusia sebagai hacker dalam pemilihan pemimpinnya .. hehehe semua ada konsekuensinya (600001)