Iran Berminat Investasi US$ 5 Miliar di Sektor Kelistrikan RIPemerintah Ngebut Rampungkan Pembangunan Jalan Trans Papua-Papua BaratMasalah Freeport Bagaikan Buah SimalakamaAvigdor Lieberman Berharap Warga Gaza Gulingkan HamasHizbullah Ancam Israel untuk Bongkar Reaktor Nuklir DimanoDonald Trump Tolak Negara PalestinaWartawan ABC Farid M. Ibrahim: Jika ISIS Hancur, Pengikut Asal Indonesia akan MenyebarBom Bunuh Diri ISIS di Masjid Sufi di Pakistan Tewaskan Puluhan OrangLibya Minta Bantuan Pelatihan Militer dari NATO untuk Berantas TerorismeIran Kecam Ledakan Bom ISIS di Baghdad yang Tewaskan 51 Warga
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Monday 2 January 2017 - 17:07
Share/Save/Bookmark
Gejolak Suriah:
Kalah di Suriah, Kelompok Teroris Berencana Pindah ke Arab Saudi dan Negara-negara Arab
Teroris di Suriah, pindah ke Saudi atau negara Arab lainnya.jpg
 
Teroris di Suriah, pindah ke Saudi atau negara Arab lainnya.jpg
 
IslamTimes - Sumber media mengungkapkan bahwa sejumlah kelompok teroris telah memutuskan akan memindah pasukan mereka ke Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya di Timur Tengah setelah mengalami kekalahan di medan perang di Suriah.
 

Waltir Net melaporkan tentang perkembangan terbaru dari serangan pasukan tentara Suriah melawan teroris di berbagai bagian negara telah memaksa mereka harus mundur ke Turki - setelah gagal menggulingkan Presiden Bashar al-Assad - menyebabkan kelompok teroris untuk memutuskan untuk meninggalkan negara itu dan pergi ke Saudi Saudi dan negara-negara Timur Tengah-lain.

Website itu mengatakan bahwa teroris dari Ahrar al-Sham, dalam pertemuan yang diadakan di dewan kelompok pada 19 Desember, menggarisbawahi bahwa mereka tidak berniat untuk bergabung dengan Fatah al-Sham (sebelumnya dikenal sebagai Front al-Nusra).

Pertemuan Ahrar al-Sham diadakan sebelum Timur Aleppo direbut kembali oleh pasukan pro-pemerintah Suriah, yang merupakan tanda kekalahan besar dari Fatah al-Sham dan Ahrar al-Sham.

Website itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa gambar terbaru yang dirilis baru-baru ini menunjukkan bahwa dua kelompok Ahrar al-Sham dan Fatah al-Sham praktis mengangkat bendera yang berbeda untuk menunjukkan pembelotan mereka.

Kedua kelompok menunjukkan perbedaan besar mereka dengan bendera putih dan hitam mereka.

Sementara, sumber pembangkang mengatakan Front Al-Nusra mempersiapkan rencana perang untuk memaksa kelompok teroris Ahrar al-Sham keluar dari Idlib setelah laporan yang terakhir mengatakan mereka telah menandatangani perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh Rusia dan Turki antara pemerintah Suriah dan beberapa kelompok militan.[IT/r]
 
Kode: 596460
 
 
1


Wali
Indonesia
1395-10-16 21:31:32
Syiah penyebar fitnah....
Bertaubatlah sebelum adhab allah turun pada kalian (599993)