Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Thursday 29 December 2016 - 12:31
Share/Save/Bookmark
AS vs Rusia:
Rusia Bersumpah Akan Membalas Jika AS Jatuhkan Sanksi
Maria Zakharova, Russian Foreign Ministry spokeswoman.jpg
 
Maria Zakharova, Russian Foreign Ministry spokeswoman.jpg
 
IslamTimes - Moskow telah bersumpah akan memberikan balasan jika Washington mengeluarkan sanksi ekonomi lebih lanjut atas tuduhan bahwa Rusia telah melakukan serangan cyber selama pemilihan presiden AS.
 

"Jujur, kami lelah dengan kebohongan tentang 'hacker Rusia', yang sedang dituangkan ke dalam Amerika Serikat dari bagian paling atas," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, Rabu (28/12).

Dia memperingatkan bahwa negaranya akan menanggapi setiap "langkah-langkah bermusuhan" yang akan dilakukan AS.

"Ini menyangkut tindakan terhadap misi diplomatik Rusia di AS yang akan segera memantul pada para diplomat Amerika di Rusia," tambahnya.

Zakharova lebih lanjut menekankan bahwa AS berusaha untuk mengintimidasi Moskow dengan memperluas sanksi, mengambil langkah-langkah diplomatik dan sabotase terhadap sistem komputer Rusia, sebagai pembalasan atas dugaan gangguan hacker Rusia selama pemilihan presiden AS pada bulan November.

Sebelumnya, Senator Republik AS Lindsey Graham dari South Carolina mengatakan bahwa Moskow perlu memahami bahwa itu sudah terlalu jauh selama pemilu, dan bahwa sanksi baru akan menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Sekarang saatnya bagi Rusia untuk memahami - sudah cukup," katanya.

"Anda dapat mengharapkan bahwa Kongres akan menyelidiki keterlibatan Rusia dalam pemilihan kami dan akan ada sanksi bipartisan datang yang akan memukul Rusia dengan keras, terutama Putin sebagai individu," tambahnya.[IT/r]
 
Kode: 595502
 
 
1


lupi
Indonesia
1395-10-10 09:39:30
dasar ASU Pengecut, pengacau dunia.. (599941)