"Prestasi Gemilang" Saudi Selama Invansi Dua Tahun di Yaman, Tewaskan 10.000 OrangKoran al-Jarida: Iran Bangun Pabrik Rudal di Libanon untuk HizbullahTentara Irak Kuasai 90 Persen Dua Wilayah Kota Tua di Mosul dari Cengkeraman ISISPemerintah Indonesia Tegas Soal IUPK FreeportRusia, Turki dan Iran Desak Gelar Putaran Ketiga Pembicaraan Damai SuriahTehran dan Riyadh Selesaikan Pembicaraan Pengiriman Jamaah Haji 2017Tentara Irak dan Hashd Shaabi Kuasai Sektor Barat Mosul dari ISISAnggota Parlemen Jerman Minta Penarikan Pasukan dari Pangkalan Udara TurkiPembom Bunuh Diri ISIS asal Indonesia Tewas di Palmyra SiloUlama Bahrain Serukan Demo Besar-besaran untuk Dukung Sheikh Qassem
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Thursday 29 December 2016 - 12:31
Share/Save/Bookmark
AS vs Rusia:
Rusia Bersumpah Akan Membalas Jika AS Jatuhkan Sanksi
Maria Zakharova, Russian Foreign Ministry spokeswoman.jpg
 
Maria Zakharova, Russian Foreign Ministry spokeswoman.jpg
 
IslamTimes - Moskow telah bersumpah akan memberikan balasan jika Washington mengeluarkan sanksi ekonomi lebih lanjut atas tuduhan bahwa Rusia telah melakukan serangan cyber selama pemilihan presiden AS.
 

"Jujur, kami lelah dengan kebohongan tentang 'hacker Rusia', yang sedang dituangkan ke dalam Amerika Serikat dari bagian paling atas," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, Rabu (28/12).

Dia memperingatkan bahwa negaranya akan menanggapi setiap "langkah-langkah bermusuhan" yang akan dilakukan AS.

"Ini menyangkut tindakan terhadap misi diplomatik Rusia di AS yang akan segera memantul pada para diplomat Amerika di Rusia," tambahnya.

Zakharova lebih lanjut menekankan bahwa AS berusaha untuk mengintimidasi Moskow dengan memperluas sanksi, mengambil langkah-langkah diplomatik dan sabotase terhadap sistem komputer Rusia, sebagai pembalasan atas dugaan gangguan hacker Rusia selama pemilihan presiden AS pada bulan November.

Sebelumnya, Senator Republik AS Lindsey Graham dari South Carolina mengatakan bahwa Moskow perlu memahami bahwa itu sudah terlalu jauh selama pemilu, dan bahwa sanksi baru akan menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Sekarang saatnya bagi Rusia untuk memahami - sudah cukup," katanya.

"Anda dapat mengharapkan bahwa Kongres akan menyelidiki keterlibatan Rusia dalam pemilihan kami dan akan ada sanksi bipartisan datang yang akan memukul Rusia dengan keras, terutama Putin sebagai individu," tambahnya.[IT/r]
 
Kode: 595502
 
 
1


lupi
Indonesia
1395-10-10 09:39:30
dasar ASU Pengecut, pengacau dunia.. (599941)