"Prestasi Gemilang" Saudi Selama Invansi Dua Tahun di Yaman, Tewaskan 10.000 OrangKoran al-Jarida: Iran Bangun Pabrik Rudal di Libanon untuk HizbullahTentara Irak Kuasai 90 Persen Dua Wilayah Kota Tua di Mosul dari Cengkeraman ISISPemerintah Indonesia Tegas Soal IUPK FreeportRusia, Turki dan Iran Desak Gelar Putaran Ketiga Pembicaraan Damai SuriahTehran dan Riyadh Selesaikan Pembicaraan Pengiriman Jamaah Haji 2017Tentara Irak dan Hashd Shaabi Kuasai Sektor Barat Mosul dari ISISAnggota Parlemen Jerman Minta Penarikan Pasukan dari Pangkalan Udara TurkiPembom Bunuh Diri ISIS asal Indonesia Tewas di Palmyra SiloUlama Bahrain Serukan Demo Besar-besaran untuk Dukung Sheikh Qassem
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Thursday 29 December 2016 - 10:24
Share/Save/Bookmark
Sepanjang Tahun 2016, 600 WNI Gabung ISIS di Suriah
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian (Kompas)
 
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian (Kompas)
 
Islam Times - "Ada sebagian yang meninggal di Suriah, ditangkap dan digagalkan keberangkatannya ketika di Singapura, Malaysia, dan Turki hingga dikembalikan atau dideportasi ke Indonesia," kata Tito.
 
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian menyatakan sepanjang 2016 sekitar 600 Warga Negara Indonesia (WNI) berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok ISIS.

"Ada sebagian yang meninggal di Suriah, ditangkap dan digagalkan keberangkatannya ketika di Singapura, Malaysia, dan Turki hingga dikembalikan atau dideportasi ke Indonesia," kata Tito pada "Silaturahmi dan Jumpa Pers Kapolri di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/12/2016), seperti dikutip Antara.

Polri pun menyoroti soal dinamika perang yang terjadi di Suriah karena terdapat dua kelompok besar yang saling berkompetisi.

"Di Suriah ada dua kelompok. Selain ISIS, ada juga Jabhat Al-Nusra yang merupakan cabang Alqaeda di Suriah," kata Tito.

Sedangkan di Indonesia sendiri, Kapolri menyatakan ada kelompok-kelompok yang mendukung perjuangan ISIS dan Alqaeda.

"Jamaah Anshar Daulah (JAD) merupakan pendukung ISIS sedangkan Jamaah Islamiyah mendukung Al-Qaeda," kata mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu.

Tiga WNI ditangkap di Suriah pada 5 Desember karena terindikasi akan bergabung berperang di Suriah. Ketiganya kemudian dideportasi melalui Bandara Istanbul Turki.

Densus 88 Antiteror Mabes Polri langsung menangkap ketiganya begitu tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu 24 Desember lalu, untuk kemudian dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, guna diperiksa secara intensif. (IT/Manu/Antara)
 
Kode: 595416
 
 
1


wahono
Indonesia
1395-10-10 04:35:23
Salut buat Kinerja Polri tangani Terorist hanya ga sabar nunggu kapan mutus urat Nadi Jihadis yang keliaran di Indonesia dan malah jadi petinggi DEMO. (599939)