Gejolak Keamanan Baru Kerajaan Saudi ArabiaTV al-Manar: Kemungkinan Serangan Bandara Internasional Damaskus Dilakukan IsraelKorea Utara: Kami tidak Ingin Perang, tapi Kami akan Melawan Imperialis ASIran Kecam Keras Serangan Turki ke Suriah dan IrakRusia: Serangan Turki ke Irak dan Suriah Langgar Prinsip Dasar antar Pemerintahan3 WNI Tewas dalam Serbuan di Kamp ISIS di MindanaoLusinan Elemen ISIS Tewas di Pangkalan Udara Deir EzzorKepala Polisi Iran Siap Amankan Pemilu Pemilihan PresidenRezim Manama Cabut Kewarganegaraan atas 36 Aktivis PolitikSerangan Brutal Tentara Turki di Suriah dan Irak Bunuh Puluhan Orang
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Thursday 29 December 2016 - 10:24
Share/Save/Bookmark
Sepanjang Tahun 2016, 600 WNI Gabung ISIS di Suriah
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian (Kompas)
 
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian (Kompas)
 
Islam Times - "Ada sebagian yang meninggal di Suriah, ditangkap dan digagalkan keberangkatannya ketika di Singapura, Malaysia, dan Turki hingga dikembalikan atau dideportasi ke Indonesia," kata Tito.
 
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian menyatakan sepanjang 2016 sekitar 600 Warga Negara Indonesia (WNI) berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok ISIS.

"Ada sebagian yang meninggal di Suriah, ditangkap dan digagalkan keberangkatannya ketika di Singapura, Malaysia, dan Turki hingga dikembalikan atau dideportasi ke Indonesia," kata Tito pada "Silaturahmi dan Jumpa Pers Kapolri di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/12/2016), seperti dikutip Antara.

Polri pun menyoroti soal dinamika perang yang terjadi di Suriah karena terdapat dua kelompok besar yang saling berkompetisi.

"Di Suriah ada dua kelompok. Selain ISIS, ada juga Jabhat Al-Nusra yang merupakan cabang Alqaeda di Suriah," kata Tito.

Sedangkan di Indonesia sendiri, Kapolri menyatakan ada kelompok-kelompok yang mendukung perjuangan ISIS dan Alqaeda.

"Jamaah Anshar Daulah (JAD) merupakan pendukung ISIS sedangkan Jamaah Islamiyah mendukung Al-Qaeda," kata mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu.

Tiga WNI ditangkap di Suriah pada 5 Desember karena terindikasi akan bergabung berperang di Suriah. Ketiganya kemudian dideportasi melalui Bandara Istanbul Turki.

Densus 88 Antiteror Mabes Polri langsung menangkap ketiganya begitu tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu 24 Desember lalu, untuk kemudian dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, guna diperiksa secara intensif. (IT/Manu/Antara)
 
Kode: 595416
 
 
1


wahono
Indonesia
1395-10-10 04:35:23
Salut buat Kinerja Polri tangani Terorist hanya ga sabar nunggu kapan mutus urat Nadi Jihadis yang keliaran di Indonesia dan malah jadi petinggi DEMO. (599939)